Ciri-Ciri Boga Bahari Segar

Boga bahari atau seafood adalah bahan pangan yang berasal dari laut sebagai sumber mineral esensial dan protein yang baik untuk pertumbuhan. Produkboga bahari banyak ragamnya seperti, ikan, udang, kerang, kepiting, rajungan, dan tripang. Produk ini mudah mengalami kerusakan. Diperlukan kecermatan dalam memilih dan menyimpan pangan hasil laut agar tetap segar hingga masakan siap dihidangkan. Kualitas […]

Antara PIRT dan MD

Pangan olahan yang diedarkan di Indonesia dalam kemasan eceran dan berlabel wajib mempunyai ijin edar. Untuk pangan yang diproduksi di dalam negeri, ada 2 macam ijin edar yaitu MD dan PIRT. Apa ya bedanya? PIRT Adalah ijin edar yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk pangan yang diproduksi oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan jenis […]

Yang Harus Dicantumkan dalam Label Kemasan Produk Pangan

Dalam dunia pemasaran, keberadaan label produk bisa diibaratkan sebagai sebuah tanda pengenal sekaligus menjadi alat pembeda dari para pesaing. Melalui label produk yang digunakan, produsen bisa menyampaikan informasi kepada calon konsumennya mengenai kualitas, legalitas, brand, petunjuk penggunaan, kode produksi, dan lain sebagainya. Khususnya pada produk pangan olahan, terdapat beberapa hal yang wajib dicantumkan dalam label […]

Macam-Macam Label Kedaluwarsa

Semua jenis makanan dan minuman kemasan pasti dibubuhi dengan label tanggal kedaluwarsa. Label tersebut berhubungan dengan keamanan untuk mengonsumsi produk. Sayangnya, beberapa jenis label di kemasan membuat banyak orang salah memaknainya. Label kedaluwarsa banyak jenisnya. Masing-masing punya arti dan kegunaan yang berbeda. “Expired Date” = Tanggal Kedaluwarsa  Expired date atau biasa disingkat “exp” adalah batas tanggal aman suatu produk […]

Mengapa Kemasan Makanan Ringan Penuh dengan Udara?

Istilah “snack angin” sering digunakan untuk makanan ringan yang berisi banyak udara yang menyebabkan kemasannya melembung. Namun, terdapat alas an ilmiah dari kondisi tersebut. Isian udara dalam kemasan tersebut adalah gas nitrogen. Nitrogen di sini berperan untuk mencegah terjadinya proses oksidasi pada makanan ringan, sehingga teksturnya tetap renyah dan tidak melempem saat disantap oleh konsumen. […]

Kemasan Adalah Identitas Produk

Tidak hanya melindungi produk yang dikemas dari benturan, kontaniman, dan penyeba-penyebab kerusakan lain, kemasan juga berfungsi sebagai identitas produk yang dikemasnya. Dalam kemasan memuat informasi produk seperti manfaat, kegunaan, hingga tagline. Informasi-informasi tersebut digunakan sebagai alat komunikasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan. “Kemasan tidak hanya sebagai wadah dan pelindung, namun juga menjadi […]

Kemasan Bukan Sekadar Pembungkus

Kemasan merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari produk pangan namun masih sering dilupakan, khususnya oleh produsen pangan kecil. Meskipun sudah banyak yang menyadari arti pentingnya kemasan tetapi pada umumnya produk IKM masih menggunakan kemasan ala kadarnya. Tidak hanya itu, berkaitan dengan bahan pengemas yang digunakan juga masih banyak yang tidak sesuai. […]

Proses Pelayuan Daging

Proses pelayuan biasanya dilakukan dengan cara menggantungkan atau menyimpan daging selama waktu tertentu pada temperatur tertentu diatas titik beku karkas atau daging. Namun lebih baik posisi karkas selama pelayuan digantung, karena hal ini dapat mempercepat proses penirisan dan menghindari memar pada daging. Kondisi yang baik untuk pelayuan antara lain ruangan yang gelap, dengan RH (kelembaban nisbi) 85%, serta udara […]

Fase Jaringan Otot Hewan setelah Dipotong

Fase yang dialami jaringan otot hewan setelah dipotong ialah pre-rigormortis, rigormortis, dan pasca-rigormortis. Pada fase pre-rigor, daging masih lunak karena daya ikat air dan jaringan otot masih tinggi karena belum terjadi persilangan antara filamen aktin dan miosin. Selanjutnya fase rigormortis, jaringan otot menjadi kaku. Fase ini sangat tergantung pada kondisi penyimpanan. Penyimpanan pada suhu rendah […]

Pentingnya Pelayuan pada Daging

Sesaat setelah hewan disembelih, maka dagingnya akan mengalami masa post mortem.  Daging yang awalnya bersifat lentur dan lunak, setelah disembelih terjadi perubahan-perubahan yang mana jaringan otot pada daging akan menjadi lebih keras dan kaku (faserigormortis). Tekstur keras dan alot pada daging yang dikonsumsi tentu saja dapat menurunkan kualitas sensoris pada daging tersebut. Oleh karena itu, […]