Pameran Food Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka hari ini, 21 Juli 2026 hingga 24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Dibuka oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, FHI 2026 menjadi wadah penting untuk memperkuat ekosistem tersebut melalui dorongan inovasi, peningkatan standar pelayanan, dan pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.
“Pemerintah berkomitmen mentransformasi kekayaan kuliner menjadi daya tarik wisatawan yang tidak hanya memperkaya pengalaman berkunjung, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata bagi komunitas lokal. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan standar kualitas industri perhotelan, restoran, cafe, serta tenaga profesional hospitalitas agar mampu memenuhi standar kelas dunia,” ujar Menpar.
Selain itu, FHI membuka peluang investasi baru pada infrastruktur hospitalitas, teknologi pariwisata pintar (smart tourism), praktik bisnis berkelanjutan, hingga pengembangan UMKM sektor kuliner. Peningkatan investasi ini dinilai krusial untuk mempercepat program prioritas Quality Tourism sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Lebih dari sekadar pameran, FHI 2026 juga memberdayakan UMKM lokal dengan menghubungkan para produsen dan pengusaha daerah secara langsung kepada pembeli serta mitra bisnis internasional. “Sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan investor diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan tangguh, mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, serta menjadi duta promosi bagi keindahan dan keunikan Indonesia di mata dunia,” pungkas Menpar. KI-35

