Sayur dan buah memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Dalam konsep gizi seimbang, sangat dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 3-5 porsi sehari. Namun perlu diperhatikan, sayur dan buah juga mudah terkontaminasi oleh mikroba patogen. Apalagi jika disajikan segar. Oleh sebab itu, perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam penanganannya. Kesadaran konsumen akan pentingnya sayur dan buah semakin meningkat dewasa ini. Tidak aneh, jika menu berbasis buah dan sayur banyak diminati. Beberapa menu diantaranya menggunakan buah dan sayur segar sebagai bahan baku utamanya, misalnya salad dan jus (fresh juice). Untuk menangani keamanan sayur dan buah maka perlu diperhatikan beberapa detil seperti masalah pemilihan baku, penyimpanan, serta pengolahan sayur dan buah. Jika ketiga unsure tersebut terpenuhi dengan baik, maka akan didapatkan sayur dan buah segar yang tidak hanya enak tetapi bergizi dan aman.
Pos Terkait
20 SEP
5 Tips Mengurangi Food Waste di Restoran
Organisasi Food Waste Reduction Alliance (FWRA) menemukan bahwa 84.3 persen makanan sisa atau food waste di retoran Amerika Serikat...
10 SEP
Apa Tujuan dari Proses Fermentasi?
Salah satu tujuan utama fermentasi adalah untuk meningkatkan aroma dan rasa bahan makanan. Hal ini dicapai selama proses fermentasi ketika...
04 SEP
Tempe: Superfood Asli Indonesia
Tempe atau tempeh (sebutan di negara asing) adalah salah satu pangan fermentasi asli Indonesia yang terbuat dari kedelai. Berasal dari...
03 SEP
Asal-usul kue kering
Kue kering atau cookies sudah dibuat sejak zaman Romawi kuno. Pada masa itu bangsa Romawi mencari cara lain untuk menikmati gandum....
25 MAR
Kenalan dengan Metode Sourdough dalam Baking
Untuk yang ingin membuka usaha bakery pasti menginginkan produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki umur simpan yang lebih lama...

