Akrilamida merupakan salah satu komponen karsinogenik yang terbentuk pada saat pengolahan suhu tinggi, terutama jika menggunakan suhu tinggi di atas 1200C. Penggorengan merupakan proses yang berpotensi menghasilkan akrilamida selain proses olahan lain seperti memanggang dan membakar. Pembentukan akrilamida melibatkan reaksi kimia antara asam amino asparagin dan gula pereduksi. Kadar akrilamida yang terbentuk tergantung pada beberapa faktor seperti suhu proses, jumlah asparagin, dan gula pereduksi. Kentang dan singkong merupakan dua bahan pangan yang mengandung asparagin dan gula pereduksi secara alami. Untuk itu, pengolahan yang tepat terhadap dua komoditi tersebut dapat mengurangi jumlah akrilamida di dalamnya.
Pos Terkait
20 SEP
5 Tips Mengurangi Food Waste di Restoran
Organisasi Food Waste Reduction Alliance (FWRA) menemukan bahwa 84.3 persen makanan sisa atau food waste di retoran Amerika Serikat...
10 SEP
Apa Tujuan dari Proses Fermentasi?
Salah satu tujuan utama fermentasi adalah untuk meningkatkan aroma dan rasa bahan makanan. Hal ini dicapai selama proses fermentasi ketika...
04 SEP
Tempe: Superfood Asli Indonesia
Tempe atau tempeh (sebutan di negara asing) adalah salah satu pangan fermentasi asli Indonesia yang terbuat dari kedelai. Berasal dari...
03 SEP
Asal-usul kue kering
Kue kering atau cookies sudah dibuat sejak zaman Romawi kuno. Pada masa itu bangsa Romawi mencari cara lain untuk menikmati gandum....
25 MAR
Kenalan dengan Metode Sourdough dalam Baking
Untuk yang ingin membuka usaha bakery pasti menginginkan produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki umur simpan yang lebih lama...

