Langkah Tepat Menyimpan Daging



Daging merupakan bahan baku yang sering digunakan, baik di hotel, restoran, katering, ataupun bisnis jasa boga lainnya. Produk ini kaya akan zat gizi, baik mikro maupun makro. Sayangnya, kandungan gizi daging juga memberikan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan mikroba. Oleh sebab itu tidak aneh, jika daging bersifat perishable atau mudah rusak.

Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas baik, daging dalam kondisi sesegar mungkin adalah yang terbaik. Pada saat itu, daging masih tidak terlalu banyak terpapar mikroba. Namun demikian, tentu sangat menyulitkan untuk memperoleh daging segar setiap saat. Biasanya, restoran, katering, atau hotel membeli dalam skala besar untuk digunakan dalam periode waktu tertentu.

Penyimpanan dalam kondisi dingin adalah solusi yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan daging. Hanya saja, seringkali diperoleh hasil yang tidak sesuai. Daging yang disimpan dingin tetap rusak. Berikut tepat yang tepat untuk meminimalisir kerusakan daging tersebut.

  1. Pastikan daging tidak dicampur antara sapi dengan kambing maupun daging lainnya. Selain menghindari bau prengus, juga meminimalkan jumlah cemaran kuman.
  2. Hindari mencampur daging, tulang, dan jeroan, seperti usus, babat, hati, dan ginjal karena jerohan biasanya mengandung lebih banyak kuman.
  3. Cucilah daging sesaat sebelum dimasak. Namun, jangan mencucinya sebelum disimpan, karena kuman yang terdapat pada air akan masuk ke dalam pori-pori daging dan akan merusak kualitas daging.
  4. Simpan daging yang sudah dipotong kecil-kecil dalam wadah sesuai porsi masak. Tujuannya untuk mempermudah dalam proses thawing atau mencairkan daging beku, karena daging yang keluar masuk kulkas untuk dithawing dan dibekukan secara berulang-ulang akan kehilangan komponen-komponen penting dalam daging yang larut berkali-kali bersama air yang keluar. Akibatnya kandungan nutrisi daging akan jauh berkurang.
  5. Simpan di dalam refrigerator selama 4-5 jam sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Hal ini untuk menghindari temperatur shock yang dapat menyebabkan daging alot.
  6. Sebelum dimasak, terlebih dahulu daging beku dilakukan thawing dengan menggunakan suhu normal. Thawing dilakukan dengan cara daging beserta wadahnya diletakkan di bawah air kran suhu normal hingga daging sudah tidak mengeras lagi. Kemudian keluarkan daging dari wadahnyamlalu cuci hingga bersih. Hindari melakukan penyimpanan kembali pada daging yang telah di thawing, karena refreezing akan merusak mutu daging
  7. Daging siap untuk dimasak

Selengkapnya tentang Bijak Memilih Daging dan Unggas dapat dibaca di Kulinologi Edisi September 2017

Artikel Lainnya