Benarkah Konsumsi Cabai Berlebih dapat Menaikan Asam Lambung?



Cabai adalah tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana penggunaannya. Sebagai bumbu, cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai “bahan makanan pokok”. Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Makan cabai terlalu banyak selain menyebabkan kepedasan, juga dapat mengakibatkan gangguan lambung (sakit maag kambuh atau bahkan diare). Penawarnya adalah mengongsumsi makanan yang mengandung kasein seperti susu, nasi dan roti tawar. Kasein dapat melarutkan capsaicin sehingga rasa pedas pada lidah berkurang. Makanlah makanan yang mengandung minyak karena minyak juga dapat melarutkan capsaicin. Jangan minum minuman bersoda karena dapat membuat rasa panas dan pedas semakin dahsyat.

Penyebab asam lambung menjadi tinggi biasanya karena mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Misalkan makanan yang terlalu pedas atau asam. Karena itu salah satu cara pencegahan agar asam lambung tidak naik adalah dengan membiasakan mengonsumsi makanan yang sehat. Ada berbagai gangguan sistem pencernaaan atau penyakit yang mungkin terjadi dan sering dibiarkan oleh banyak orang. Masalah pencernaan yang paling umum adalah penyakit naiknya asam lambung atau gastro-esophageal reflux, sebagian besar dikenal dengan penyakit maag. Gangguan ini harus diberi perhatian khusus karena dapat menyebabkan masalah yang lebih serius yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan. Penyebab asam lambung naik, bisa diketahui dari gejalanya. Gejala seperti rasa panas di dada atau tenggorokan, suara mendesah, suara serak atau gejala lainnya tidak boleh dibiarkan, karena gejala naiknya asam lambung hampir sama dengan serangan jantung. Seseorang dengan gejala ini harus cepat berkonsultasi dengan dokter.

Selengkapnya tentang Rempah Populer di Industri Jasa Boga dapat dibaca di Kulinologi Edisi Agustus 2017

Artikel Lainnya