All Pasta Dining at Warung Pasta



All Pasta Dining at Warung Pasta

Warung Pasta berdiri sejak tahun 2006. Berawal dari sebuah café yang bernama Dixie yang bertempat di bilangan Kemang Jakarta Selatan, namun kurang begitu diminati oleh konsumen. Akhirnya sang empunya mengubah café Dixie menjadi Warung Pasta. Warung dengan konsep café dan restoran yang menyuguhkan menu-menu berbasis pasta ala
Italia. Ide datang dari kebiasaan pola makan orang Indonesia yang harus mengkonsumsi nasi atau mie, maka didirikanlah Warung Pasta. ”Kebiasaan orang kita kan kalau belum makan nasi atau mie belum merasa kenyang, akhirnya saya ingin membuat kombinasi dari kedua item tersebut yaitu dengan memperkenalkan pasta,” tutur Chef Ragil, F & B Director Warung Pasta.

Pasta sebenarnya dapat lebih mengenyangkan dibandingkan nasi atau mie walaupun dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Pasta mempunyai sifat lebih fresh dibandingkan dengan nasi atau mie. Kelebihan dari pasta adalah dapat lebih mengenyangkan walaupun di konsumsi sedikit dan kandungan karbohidratnya lebih rendah dibandingkan dengan beras.

“Pasta dipercaya tidak menggemukkan, dan dari segi kesehatan pasta itu lebih bagus dibandingkan nasi terutama yang terbuat dari gandum utuh,” tutur Ragil. Target konsumen saat awal berdirinya Warung Pasta adalah remaja, karena tempatnya yang cozy dan asik, Warung Pasta cocok dijadikan tempat nongkrong mereka. Namun seiring berjalannya waktu, Warung Pasta ini mulai diminati oleh semua kalangan, baik itu orang kantoran, keluarga, sampai anak-anak mulai menyukai keberadaan Warung Pasta ini. Alasan lain adalah harga makanannya yang sangat bersahabat. Harga makanan ditawarkan mulai dari harga 9.500 rupiah hingga 25 ribu rupiah. Hidangan pasta yang terlihat mewah menurut Ragil tidak harus dijual dengan harga yang mahal, karena itu Warung Pasta hadir untuk membuktikannya. Di Warung Pasta, semua hidangan pasta dan olahannya ditawarkan dengan harga terjangkau dan dengan porsi yang tidak sedikit.

Menu appetizer seperti cheese ball, calamari, caesar salad, mushroom cream soup dapat dipilih. Main
coursenya, ya tentu saja hidangan pasta, selain itu ada juga berbagai jenis pizza dengan aneka topping. Lima jenis pasta tersedia disini seperti spaghetti, fetuccini, fusili, penne, fresh papardelle atau linguini, dan ada 4 saus yang bisa dipilih yakni saus tomat, daging, krim sauce serta olive oil. Porsinya bebas ada kecil, sedang, besar dan jenis pastanya dapat dipilih sendiri.

Bagi yang menyukai pizza, Warung Pasta juga menyajikannya. Pizza-nya tipis dengan aneka topping yang disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia. Seperti tuna chunk, pizza dengan taburan tuna dan irisan cabe rawit merah membuat pizza ini berbeda dengan yang lain. Outlet Warung Pasta kini ada dua, yakni di Jakarta dan Bandung, dan berencana expand di tahun depan. Dengan kapasitas 150 orang, Warung Pasta buka mulai pukul 11 siang hingga 12 malam.

Warung Pasta disiapkan untuk selalu membuka cabang baru lagi, oleh karena itu mutu dan
kualitasnya selalu dijaga dengan baik. Warung Pasta mempunyai 1 dapur utama yang membuat aneka macam saus yang diperlukan untuk pembuatan pasta, setelah saus itu dibuat di dapur utama lalu langsung dikirim ke outlet Warung Pasta agar semua resep terstandarisasi dengan baik. “Sebuah restoran sangat penting menjaga hygiene dan sanitasi dari restorannya, walaupun mungkin di Indonesia belum semuanya mengerti akan hal tersebut.

Waktu penyimpanan bahan makanan sangat dikontrol dengan baik sehingga tidak penggunaan bahan yang tidak layak digunakan. Semua bahan makanan mulai dari sayuran hingga seafood atau daging disimpan dalam tempat penyimpanan yang sesuai. K-14

Artikel Lainnya