Jelajahi Kekayaan Khasanah Kuliner Nusantara di Jakarta Fashion & Food Festival 2012





Kegiatan akbar Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2012 saat ini tengah berlangsung, hingga 3 Juni 2012. JFFF yang oleh Sumarecon diarahkan untuk membantu perekonomian bangsa dengan menggerakan semangat kewirausahaan para pengusaha yang bergerak di industri kuliner, beberapa kegiatan yang digelar yakni Kampoeng Tempo Doeloe (KTD), Wine & Cheese Expo, dan program belanja Eat & Win.

KTD merupakan bazaar makanan Nusantara yang selalu diselenggarakan di tiap JFFF dilangsungkan. Konsep KTD adalah mengangkat makanan Indonesia yang kaya akan perpaduan budaya berbagai bangsa. Martabak dan soto mie merupakan salah satu makanan Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh budaya Asia Timur. Mengikuti perjalanan sejarah bangsa, dunia kuliner Nusantara juga sangat dipengaruhi oleh budaya Belanda. Makanan khas negeri kincir angin ini masih terus hidup dan menjadi bagian dari selera masyarakat Indonesia. 

Tidak hanya menyajikan kuliner khas zaman kolonial seperti bitterballen, risoles, poffertjes, kroket, klappertaart, dan kue soes, KTD juga menyempurnakan pengalaman pengunjung kembali ke suasana kota tua Batavia. Mengambil tema Oude Batavia, KTD semarak diwarnai ornamen-ornamen kota Batavia jaman dulu lengkap dengan bangunan ala Stasiun Beos di Kota, Museum Fatahillah, dan juga pernak pernik lainnya. Transaksi pembelian makanan dilakukan dengan kupon unik berbentuk uang kertas kuno yang bisa ditukar di kasir-kasir yang tersedia di setiap sudut arena kegiatan.  

Kuliner lain yang bisa ditemui di KTD adalah aneka makanan tradisional seperti Nasi Goreng Kebon Sirih, Nasi Kucing Sambel Gledek, Tongseng Pak Budi Khas Solo, Sate Ayam Madura Blok S, Sate Batibul Laka-Laka, Sate Padang Mak Syukur, Gado-Gado Bu Aam, Empal Gentong Putra Mang Dharma, Soto Betawi Babeh, Bebek Kaleyo, Nasi Gudeg Bu Tjitro, Soto Mie Bogor, Bakso Sarkit, Cwie Mie Malang, Kupat Tahu Legit, Pempek 979, Rujak Kolam Medan, Otak-Otak dan Kelapa Muda Petojo An, Tahu Gejrot, Putu Bambu Medan, Martabak Bong Ngian, Buah Lontar, Kue Medan Chen Chen, Aneka Gorengan Pak Slamet, Kerak Telor, Toge Goreng dan masih banyak lagi. KTD melibatkan lebih dari 44 pedagang kuliner dari berbagai daerah dan berlangsung sejak 12 Mei lalu, hingga 3 juni 2012. K-08 

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....