Kenalkan Kuliner Indonesia di Kancah Internasional



Beberapa tahun terakhir sektor kuliner Indonesia mengalami pertumbuhan yang terbilang signifikan. Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tahun 2018 mencatat, sektor kuliner menyumbang sekitar 41,4 persen dari total produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di sektor ini.

"Kuliner Asia sekarang ini merajai dunia. Kita akan sangat mudah menjumpai masakan-masakan Asia di setiap negara. Untuk semakin mengenalkan masakan khas Asia khususnya Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan para pelaku bisnis kuliner, Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019 menghadirkan Salon Culinaire Chef's Competition sebagai rangkaian dari pameran FHI. Tahun ini akan lebih fokus untuk membawa masakan Indonesia ke tingkat berikutnya serta mengembangkan keterampilan, ilmu, dan seni kuliner Chef Junior Indonesia," tutur Ketua Asosiasi Culinary Professional (ACP) Indonesia, Stefu Santoso dalam konferensi pers FHI yang dilangsungkan di Jakarta pada 10 Juli 2019.

FHI 2019 ini merupakan pameran kuliner dan perhotelan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia, dan akan berlangsung 24 - 27 Juli 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Selain pameran, juga diselenggarakan berbagai kompetisi bergengsi seperti Salon Culinaire Chef's Competition, Tea Master Cup Indonesia, Indonesia Roasting Competition, dan ASEAN Barista Team Championship 2019. "Kompetisi-kompetisi ini akan lebih banyak mengangkat bahan-bahan khas Indonesia, dan diikuti oleh peserta dari mancanegara. Tidak hanya menjadi pertukaran budaya melalui masakan, tentunya menjadi media agar kuliner Indonesia semakin dikenal dunia," pungkas Stefu. KI-37

Artikel Lainnya

  • Jul 23, 2019

    Apa yang Terjadi jika Pengemasan Produk Beku Tidak Baik?

    Proses pembekuan tidak hanya berkaitan dengan suhu beku, tetapi juga teknik pengemasannya. Daging beku yang disimpan dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami freezer burn (dehidrasi di permukaan daging). Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, namun dapat menurunkan mutu daging. Freezer burn ditandai dengan perubahan warna daging menjadi abu-abu kecokelatan akibat kontak daging dengan udara dalam ruang pembekuan.   ...

  • Jul 22, 2019

    Keamanan Daging Beku

    Dibalik kelezatannya, daging juga menyimpan risiko bahaya keamanan pangan. Oleh sebab itu harus selalu ditangani dengan baik, termasuk selama penyimpanan. Agar kualitas daging dapat dipertahankan selama penyimpanan yang cukup lama, biasanya daging diawetkan dengan cara dibekukan. Metode ini merupakan salah satu cara pengawetan yang paling mudah dilakukan. ...

  • Jul 19, 2019

    Jahe Dapat Mengempukkan Daging

    Kegunaan jahe yang begitu banyak dan bermanfaat menjadikan jahe lebih mudah ditemui. Selain banyak mengandung komponen zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, jahe ini juga mengandung enzim protease yang bernama zingibain untuk mengempukkan daging. Caranya jahe dikupas, bagian kupasan kulitnya bisa dibalutkan pada daging sama seperti menggunakan kulit buah pepaya. ...

  • Jul 16, 2019

    Pembekuan pada Daging

    Penyimpanan beku merupakan salah satu metode pengawetan yang paling umum, aman, dan mudah dilakukan, terutama untuk bahan-bahan yang sangat mudah rusak atau perishable, contohnya produk daging. Karena produk daging khususnya dalam keadaan segar, sangat mudah terkontaminasi mikroba sebab mengandung komponen yang disukai untuk perkembangbiakan mikroba. Pembekuan dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas daging, terutama saat pendistribusian dan penyimpanan. ...

  • Jul 15, 2019

    Macam-Macam Enzim Pengempuk Daging dan Sumbernya

    Daging segar yang dimasak, khususnya daging sapi, seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam. Namun, sebetulnya ada beberapa bahan pangan yang bisa kita gunakan untuk mengempukkan daging sapi segar sebelum daging ini diolah. ...