Kesiapan Menyambut Wajib Halal 2019



Menyongsong diberlakukannya wajib halal mulai 17 Oktober tahun ini, berbagai pihak mulai mematangkan persiapan dalam menyambut penerapan peraturan tersebut. sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, berbagai produk wajib bersertifikat halal per 17 Oktober 2019, tak terkecuali produk-produk pangan baik dari industri besar maupun produk UKM.

Kendati sudah mendekati waktu diberlakukannya peraturan tersebut, masih banyak ditemukan permasalahan khususnya terkait kesiapan industri pangan kecil dan menengah. "Pelaku industri kecil dan bisnis UKM pangan masih banyak yang belum siap untuk memenuhi kriteria untuk mendapatkan sertifikasi halal. Hal ini salah satunya karena mereka belum mengetahui prosedur dan manfaat memiliki sertifikat halal. Oleh karena itu, saat ini pemerintah khususnya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mulai masif memberikan sosialisasi terkait sertifikasi halal kepada pelaku UKM pangan," tutur Kepala BPJPH, Prof. Sukoso, dalam acara pembukaan Halal Indonesia Expo 2019, yang merupakan rangkaian dari Pameran Indonesia Agro food Expo 2019 pada 27 Juni 2019 di Jakarta.

Sukoso juga menjelaskan, saat ini BPJPH sedang fokus menyiapkan tenaga-tenaga auditor halal agar bisa memenuhi kebutuhan sertifikasi. Setelah diberlakukannya wajib halal ini, Sukoso berharap kedepannya dapat meningkatkan nilai jual produk-produk UKM pangan di pasar halal. Tidak hanya menguasai pasar domestik, tapi juga menjadi eksportir pangan halal yang unggul di pasar global. KI-37

Artikel Lainnya

  • Jul 23, 2019

    Apa yang Terjadi jika Pengemasan Produk Beku Tidak Baik?

    Proses pembekuan tidak hanya berkaitan dengan suhu beku, tetapi juga teknik pengemasannya. Daging beku yang disimpan dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami freezer burn (dehidrasi di permukaan daging). Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, namun dapat menurunkan mutu daging. Freezer burn ditandai dengan perubahan warna daging menjadi abu-abu kecokelatan akibat kontak daging dengan udara dalam ruang pembekuan.   ...

  • Jul 22, 2019

    Keamanan Daging Beku

    Dibalik kelezatannya, daging juga menyimpan risiko bahaya keamanan pangan. Oleh sebab itu harus selalu ditangani dengan baik, termasuk selama penyimpanan. Agar kualitas daging dapat dipertahankan selama penyimpanan yang cukup lama, biasanya daging diawetkan dengan cara dibekukan. Metode ini merupakan salah satu cara pengawetan yang paling mudah dilakukan. ...

  • Jul 19, 2019

    Jahe Dapat Mengempukkan Daging

    Kegunaan jahe yang begitu banyak dan bermanfaat menjadikan jahe lebih mudah ditemui. Selain banyak mengandung komponen zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, jahe ini juga mengandung enzim protease yang bernama zingibain untuk mengempukkan daging. Caranya jahe dikupas, bagian kupasan kulitnya bisa dibalutkan pada daging sama seperti menggunakan kulit buah pepaya. ...

  • Jul 16, 2019

    Pembekuan pada Daging

    Penyimpanan beku merupakan salah satu metode pengawetan yang paling umum, aman, dan mudah dilakukan, terutama untuk bahan-bahan yang sangat mudah rusak atau perishable, contohnya produk daging. Karena produk daging khususnya dalam keadaan segar, sangat mudah terkontaminasi mikroba sebab mengandung komponen yang disukai untuk perkembangbiakan mikroba. Pembekuan dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas daging, terutama saat pendistribusian dan penyimpanan. ...

  • Jul 15, 2019

    Macam-Macam Enzim Pengempuk Daging dan Sumbernya

    Daging segar yang dimasak, khususnya daging sapi, seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam. Namun, sebetulnya ada beberapa bahan pangan yang bisa kita gunakan untuk mengempukkan daging sapi segar sebelum daging ini diolah. ...