Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan



Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut.

Pilih resep makanan dengan seksama
Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat.

Pilih bahan pangan dengan baik
Pangan yang memiliki keamanan yang baik pastinya dipilih dari bahan yang aman. Pastikan bahwa bahan pangan tersebut diperoleh dalam keadaan segar sebelum diolah dan masih dalam batas waktu aman untuk dikonsumsi. Tidak lupa untuk mencuci beberapa produk mudah rusak seperti buah dan sayur dengan air bersih. Disarankan pula bekerja sama dengan para petani, peternak, dan pemasok bahan baku produksi yang terpercaya untuk memastikan bahwa seluruh bahan baku tersebut aman untuk digunakan.

Aplikasikan teknik higiene pada saat pengolahan
Salah satu aplikasi yang sederhana dari teknik higiene adalah mencuci tangan. Sebelum menyiapkan pangan, pastikan bahwa tangan dan juga seluruh peralatan yang akan digunakan sudah bersih. Juga bersihkan area memasak serta peralatan lain sebelum serta sesudah memasak terutama jika terpapar dengan bahan makanan mentah. Hal ini penting sekali untuk mencegah kontaminasi terutama kontaminasi mikrobiologis akibat kontaminasi silang (cross contamination) yang dapat menyebabkan foodborne illness bagi para konsumen.

Pisahkan bahan-bahan pangan
Ada baiknya sebagai produsen mengetahui karakter bahan yang digunakan sebagai bahan baku. Pisahkan produk yang mudah rusak (perishable) seperti daging merah, ayam dan makanan laut mentah dari berbagai bahan lain dan jangan gunakan pisau atau alat dapur yang sama untuk bahan tersebut untuk mencegah kontaminasi silang.

Masak produk hingga benar-benar matang
Proses memasak bukan hanya membuat makanan dapat dikonsumsi dengan baik namun juga dapat membantu untuk menghilangkan kontaminasi mikroorganisme yang berbahaya. Pastikan mengetahui proses pemasakan dengan suhu yang tepat. Jangan memasak bahan pangan terlalu lama karena dapat mengurangi kandungan gizi produk akhirnya.

Simpan dengan aman
Penyimpanan produk tertentu seperti makanan basah dapat dilakukan dalam pendingin. Namun penyimpanan jangan langsung dilakukan ke dalam kulkas dalam keadaan panas. Simpan makanan yang telah didinginkan menggunakan kotak makanan yang tertutup rapat. Mendinginkan makanan dengan baik dapat membantu mencegah berkembangnya bakteri patogen. Selalu memisahkan bahan mentah dengan makanan yang sudah matang. KI-37

Artikel Lainnya

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...