Bijak Memilih Jajanan Buka Puasa



Setiap penjual yang menjajakan dagangannya menjelang buka puasa selalu ramai dikerubungi pelanggan. Selain untuk variasi berbuka puasa, tidak semua orang memiliki kesempatan waktu penuh untuk menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Takjil dan jajanan lain yang dijajakan saat bulan puasa kadang dapat menjadi permasalahan kesehatan jika faktor kualitasnya tidak baik.

Terdapat beberapa pedagang melakukan tindakan yang dapat merugikan konsumen dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya pada produk yang dijajakannya untuk menarik konsumen dan menekan biaya produksi. Hal ini dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan konsumen. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan dampak negatif akibat konsumsi jajanan yang tidak aman.

Mengenali pangan yang aman
Sebagai konsumen yang proaktif, maka perlu mengetahui tanda-tanda jika produk tersebut memiliki peluang sudah tidak aman dikonsumsi karena telah dicemari oleh mikroba, cemaran kimia dan polusi. Beberapa tanda-tanda munculnya cemaran pada bahan pangan di antaranya berlendir, bau yang menusuk, munculnya bercak-bercak jamur, warna yang terlalu mencolok karena pewarna sintetik, maupun rasa yang terlalu manis karena pemanis sintetik yang berlebih.

Melihat lingkungan sekitar
Lokasi pembelian juga akan berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan produk yang berhubungan dengan sanitasi penjual pada saat menjajakan produknya. Indikator kesehatan dan kebersihan dapat dilihat dari beberapa peralatan masak hingga penyajian dari produk pangan tersebut. Jika diproses dari peralatan yang tidak bersih dapat menyebabkan produk pangan yang disajikan mengandung bahaya biologis seperti parasit, virus, dan bakteri pada produk pangan tersebut.

Baca label dengan seksama pada produk yang dikemas
Label pada kemasan pangan mencakup beberapa informasi seperti berat, nama dan alamat produsen, daftar komposisi bahan yang digunakan, keterangan kadaluwarsa, nomor pendaftaran pangan serta kode produksi. Oleh karena itu label pada kemasan pangan merupakan media yang cukup penting untuk mendapatkan informasi mengenai pangan yang dibeli. Jika memang pada produk pangan tidak terdapat informasi mengenai mengenai label pangan, maka konsumen perlu proaktif untuk mengenali jenis, lokasi, serta faktor sanitasi dimana jajanan tersebut dibeli.

Menjaga kebersihan
Menjaga kebersihan sebelum mengkonsumsi pangan pada saat berbuka puasa. Praktik higiene sederhana seperti mencuci tangan sebelum mengkonsumsi pangan merupakan tindakan preventif untuk mencegah foodborne disease.

Praktik melaporkan jika ada keracunan karena pangan
Sebagai konsumen yang aktif, perlu kiranya melaporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan adanya kasus keracunan makanan di lingkungan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah korban lebih lanjut selain itu juga untuk mengingatkan produsen terhadap produknya yang tidak aman. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...