Melestarikan Budaya Jawa melalui Masakan



Setiap hal dan tindakan yang dilakukan masyarakat Jawa terkenal memiliki filosofi dan simbolisasi tertentu, begitu juga dengan kuliner tradisionalnya. Masakan jawa tradisional dipengaruhi budaya dan kepercayaan masyarakat setempat, dan biasanya digunakan dalam upacara adat, khususnya di daerah keraton. Salah satu kuliner Jawa yang sarat akan makna dan sampai saat ini masih dilestarikan adalah Iwak Ingkung atau Ayam Ingkung. 

 

Ayam ingkung merupakan hidangan yang berbahan dasar daging ayam yang dimasak secara utuh dan ditambahkan bumbu-bumbu sedemikian rupa. "Dalam budaya Jawa, setiap masakan memiliki filosofi yang mendalam. Ingkung atau dalam bahasa Jawa 'menengkung', diartikan sebagai sikap merunduk atau berdoa kepada sang Maha kuasa. Ayam ingkung ini umumnya hanya disajikan pada acara-acara tertentu seperti upacara keagamaan, peringatan hari besar, dan selametan," jelas Pekerja Seni asal Jakarta, Yudhi Soerjoatmodjo, dalam Lokakarya Kuliner Iwak Ingkung yang diselenggarakan pada 27 April 2019 di Jakarta. 

 

Dalam acara ini juga ada demo masak ayam ingkung yang dipandu oleh Juru Masak Sesaji Keraton, Kusdarsiyah Retno Mulyani. "Ayam Ingkung ini merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan. Dengan mewariskan pengetahuan tentang masakan tradisional kepada anak cucu kita, akan membuat tradisi ini tetap lestari," pungkas Kusdarsiyah. KI-37

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...