Minyak Samin, Jejak Kuliner India dan Arab di Aceh



Minyak samin merupakan produk fermentasi susu kerbau yang diproduksi di daerah Aceh. Pembuatan minyak samin dipengaruhi oleh budaya orang India dan Arab yang sejak dulu membawa barang dagangannya ke Indonesia. Minyak samin dibuat dengan cara meletakkan susu kerbau segar dalam wadah gerabah atau ember dan dijemur sekitar satu jam untuk memisahkan bagian krim dari serum susu. Setelah itu ditambahkan terong belanda bulat (Solanum aculeatissimum) untuk menggumpalkan susu dan beberapa lembar daun pandan untuk memberikan aroma yang diinginkan. Campuran susu tersebut didiamkan selama 24-48 jam pada suhu ruang.

Lapisan krim yang terbentuk diambil lalu dipanaskan hingga bagian lemaknya terpisah dibagian atas. Lemak yang terbentuk lalu diletakkan dalam wadah atau botol hingga terkristalisasi seperti tekstur butter, berwarna putih dan sangat kental. Minyak samin mengandung 99-99,5% lemak. Proses fermentasi pada minyak samin dibantu oleh enzim proteolitik dari terong belanda (Solanum aculeatissimum) yang mengkoagulasi protein susu sehingga susu akan menggumpal. Minyak samin biasa digunakan dalam berbagai masakan-masakan khas Aceh dan pengganti minyak goreng bahkan campuran dalam pembuatan racikan herbal. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...