Perbedaan Cream Cheese dan Cheese Spread



Untuk penggemar sarapan roti, keju krim (cream cheese) dan keju olesan cream (cheese spread) menjadi satu pilihan untuk diamasukkan ke dalam lapisan lembarlembar roti. Kedua produk tersebut dapat dioles di atas roti sebagai isian bergizi tinggi, atau juga dapat disantap dengan mengoleskannya pada kue atau crackers. Bagi yang suka membuat kue, keju krim dan keju olesan dapat dipakai sebagai campuran adonan dalam cheese cake atau dekorasi krim di atas kue. Lalu apa yang membedakan kedua produk tersebut?

Cream cheese. Menurut Standar Codex (CODEX STAN 275-1973), keju krim dideskripsikan sebagai keju yang lunak, dapat dioles, tidak diperam, dan tanpa kulit. Warnanya putih hingga kuning muda, dengan tekstur yang dapat dioles dan halus hingga mengeripik (flaky) serta tidak berlubang. Produk keju krim yang tersedia di pasaran bisa berupa keju krim blok, spreadable, atau whipped.

Keju krim blok mengandung kadar lemak minimal 33 % sesuai standar. Umumnya produk ini dipakai pada pembuatan kue yang dipanggang seperti aneka cheese cake. Ada juga yang dikurangi kandungan lemaknya hingga setengahnya menjadi cream cheese block – light. Keju krim yang mudah dioles (spreadable) seringkali dipakai untuk olesan roti atau dioles bersama crackers. Kandungan lemaknya lebih rendah dari keju krim blok, sehingga kalau digunakan untuk membuat cheese cake perlu ditambah lemak dalam formulanya. Keju krim yang sudah di-whipped atau dikocok dapat dengan mudah dipakai sebagai krim toping. Karena sudah dikocok, keju krim ini sudah mengembang volumenya. Dengan kandungan lemak mirip keju krim oles, keju krim ini lebih besar volumenya.

Cheese spread. Produk ini adalah olesan yang mengandung keju. Pada proses pembuatannya, dapat digunakan satu jenis keju saja atau beberapa jenis keju yang dicampur dan dipanaskan bersama bahan-bahan lain berupa produk-produk susu dan bahan tambahan pangan. Hasil akhirnya menjadi produk keju olahan yang dapat dioles atau disebut juga keju olesan. Standar minimal kandungan lemaknya sebagai produk processed cheese spread adalah 20 persen dengan kadar air antara 44 – 60 persen (USFDA, CFR 133.179).

Secara fisik, produk ini sangat mirip dengan keju krim. Teksturnya halus dan lembut, dengan warna yang putih hingga kekuningan. Penggunaannya pun hampir sama, yakni dapat dioles dalam lembaran roti atau untuk aneka masakan. Yang membedakan adalah kandungan lemaknya yang relatif lebih rendah dan cara pembuatannya. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...