Produk Susu dalam Food Service Industry



Produk susu secara luas telah banyak digunakan dalam industri penyedia pangan (food service). Susu segar, susu pasteurisasi, whey, susu krim, dan produk susu fermentasi banyak diaplikasikan dalam menu-menu di hotel, restoran, katering, bakeri (Horekaba) dan usaha kecil menengah (UKM) pangan. Hal tersebut karena selain kandungan zat gizinya yang baik, produk susu juga memperkaya citarasa produk pangan yang dihasilkan. Manakah yang lebih baik dari jenis-jenis produk susu tersebut?

“Pada dasarnya produk-produk susu tersebut mempunyai gizi hampir sama, namun perbedaan yang menonjol adalah pada daya simpan. Susu segar paling rentan rusak karena belum ada penanganan pasca panen. Susu segar harus segera dimasak dan dikonsumsi. Susu pasteurisasi bisa lebih tahan karena berbagai bakteri patogen sudah dihilangkan, namun susu ini tetap harus disimpan di lemari es,” tutur Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor, Prof. Ali Khomsan, dalam wawancaranya dengan Kulinologi Indonesia.

Sementara susu UHT adalah yang paling awet karena semua jenis bakteri sudah dihilangkan. Susu fermentasi mempunyai kelebihan karena adanya bakteri baik (probiotik) yang memperbaiki saluran cerna. Susu apapun jenisnya, mempunyai kandungan kalsium dan protein yang hampir sama. Beberapa zat gizi sengaja ditambahkan sehingga beberapa jenis susu mempunyai nilai lebih, misalnya susu diperkaya. KI-37

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...