Kiat Membuat Milkshake



Milkshake bisa jadi pilihan pelepas dahaga di kala siang-siang saat cuaca panas. Milkshake atau susu kocok adalah campuran susu dengan sirup aneka rasa dengan tambahan es krim. Berikut adalah kiat dan tips membuat milkshake.

  • Pilih Buah Segar
    Buah adalah salah satu bahan pembuat milkshake. Supaya zat gizinya tetap terjaga, pilih buah yang berkualitas dan segar. Kurangi penggunaan jus buah kemasan yang ada di pasaran. Jika memungkinkan, pilih buah yang ranum (matang di pohon) untuk mendapatkan milkshake yang nikmat. Cuci buah di bawah air mengalir. Keringkan dengan lap kering sebelum dicampur dengan bahan lain.
  • Susu Dingin
    Gunakan susu cair dingin yang memiliki rasa netral (tawar) agar mudah dipadu padankan dengan bahan lain. Bisa juga menggunakan sari kedelai atau susu yang sesuai dengan jenis buah yang dipilih. Misal, potongan buah mangga dijodohkan dengan susu rasa mangga. Stroberi segar di-matching-kan dengan susu rasa stroberi.
  •  Eksperimen Rasa
    Resep milkshake tidak terpaku pada sari buah, susu dan es krim. Anda bisa bereksperimen mengawinkan dengan bahan lain supaya milkshake Anda terasa lebih kaya dan istimewa. Tambahkan bahan-bahan yang tak lazim, seperti selai kacang atau kacangkacangan, seperti almond, kacang tanah, atau kacang mete.
  • Pemanis
    Anda bisa mengganti susu cair dengan susu kental manis yang berfungsi langsung sebagai pemanis. Atau, bisa juga menggunakan pemanis dari simple syrup (sirup gula) atau madu. Jika tidak suka terlalu manis, cukup mengandalkan rasa manis dari buah segar dan es krim.
  • Takaran Seimbang

Pastikan takaran susu dan es krim untuk milkshake Anda sudah tepat. Susu dan es krim berada dalam porsi seimbang.

  • Gunakan Pengaduk Berkecepatan Tinggi
    Milkshake yang kental dan tercampur sempurna bisa dibuat menggunakan blender ala resto yang memiliki kecepatan tinggi. Caranya? Masukkan semua bahan ke dalam blender, kemudian proses dengan kecepatan tinggi hingga semua bahan tercambur. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...