Upaya Menghindari Foodborne Diseases



Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti:

  1. Menggunakan bahan baku yang segar, didapat dari pemasok yang terpercaya, serta sesuai standar. Selanjutnya, apabila tidak segera diproses, maka bahan harus disimpan dengan benar. Misalnya untuk produk daging, unggas, dan ikan, harus dalam penyimpanan beku dan dikemas dengan plastik atau alumunium foil agar terlindung dari udara. Perlu diingat bahwa suhu refrigerator harus selalu dicek agar terjaga ketepatannya.
  2. Melakukan kontrol proses pengolahan bahan pangan. Kontrol terhadap proses yang dapat diatur utamanya adalah suhu, waktu, dan peralatan fasilitas yang digunakan selama pengolahan. Tujuan utama dari pengolahan pangan adalah mengurangi jumlah organisme patogen sampai dibawah batas yang dapat menimbulkan penyakit. Untuk mengontrol proses pengolahan pangan dilakukan pendesainan suatu proses pengolahan pangan yang baik. Dalam proses proses pengolahan, misalnya tahapan memasak, bahan harus dimasak sampai suhu internal minimum bahan terbebas dari bakteri patogen.
  3. Dalam hal distribusi, bahan pangan harus didistribusikan pada suhu yang tepat untuk menjamin bahwa makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Untuk bahan pangan yang membutuhkan suhu dingin, seperti jus dan salad, pengepakan di dalam es atau dalam refrigerator akan membantu bahan tetap segar. Untuk makanan yang disajikan panas juga harus tetap dipertahankan dalam keadaan panas pada suhu      60 oC atau di atasnya.
  4. Untuk menjamin bahwa makanan yang didisplai tidak terkontaminasi, dapat dilakukan dengan menggunakan kemasan rapat, penutup makanan atau suatu kotak displai. Makanan biasanya aman berada pada suhu ruang (20-25 oC) selama dua jam, atau apabila diakumulasikan dari persiapan sampai distribusi maksimum 3-4 jam dan makanan tersebut harus segera dihabiskan dalam jangka waktu tersebut. Makanan yang tidak habis dimakan sebaiknya tidak direfrigerasi ulang jika lebih dari dua jam berada di zona berbahaya, juga tidak boleh disajikan dalam acara yang lain.  KI-37

 

 

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...