Kenali False Hunger akibat Kurang Minum



Berdasarkan penelitian dari Prof. Richard D. Mattes, ahli Pangan dan Gizi dari Universitas Purdue Amerika Serikat, kekurangan minum dapat menyebabkan false hunger atau lapar palsu.  Rasa haus sering disalahartikan oleh tubuh sebagai rasa lapar, sehingga kita akan lebih sering mengonsumsi makanan. Seringkali rasa lapar ini muncul walaupun baru saja makan atau sudah ngemil banyak.  Selain itu, air putih membuat perut kenyang lebih lama tanpa menambah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi air yang cukup juga membantu proses pembakaran cadangan lemak dan kalori dari makanan yang dikonsumsi. 

Biasakan minum minimal delapan gelas sehari atau sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing, dan kenali apakah tubuh sedang mengalami dehidrasi atau benar-benar lapar. Untuk mengetahui hal ini bisa dilakukan dengan minum air satu hingga dua gelas 20 menit sebelum makan. Tunggu 20 menit dan rasakan apakah setelah itu benar-benar merasa lapar atau hanya haus. Jika masih merasa lapar, artinya tubuh memang benar-benar lapar dan harus makan. Minum air sebelum makan juga dapat membantu untuk tidak makan berlebihan karena perut sudah terisi  dan tubuh terhidrasi dengan baik.

Sumber:

Mattes, R. D. 2009. Hunger and Thirst: Issues in measurement and prediction of eating and drinking. Physiol Behav. 100(1): 22–32. doi:10.1016/j.physbeh.2009.12.026

 

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...