Menyusun Menu Gizi Seimbang dalam Industri jasa Boga



Tren makan di luar telah mendorong industri jasa boga memiliki peranan penting dalam mempengaruhi gaya hidup sehat. Penyusunan menu yang menyehatkan sangat penting untuk menunjang kesehatan konsumen. Sayangnya, hal tersebut belum banyak menjadi perhatian para chef. Selama ini, makanan yang enak masih menjadi prioritas utama. Pentingnya komposisi menu telah lama menjadi perhatian berbagai lembaga kesehatan, termasuk Indonesia.

Awalnya kita mengenal Empat Sehat Lima Sempurna, yang merupakan slogan gizi yang diperkenalkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo, seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Konsep tersebut dikembangkan untuk memastikan kecukupan gizi dengan menganjurkan tersedianya sumber karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin, dan mineral. Namun seiring perkembangan gaya hidup dan pengetahuan, Kementerian Kesehatan RI menganggap bahwa konsep Empat Sehat Lima Sempurna perlu disesuaikan, sehingga kemudian muncullah Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang merupakan penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama.

Terdapat empat pilar prinsip yang dikemukakan dalam PGS, yakni 1) Mengonsumsi makanan beragam, karena tidak ada satu pun jenis makanan yang sempurna dan mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh, kecuali Air Susu Ibu (ASI), itupun untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2) Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip gizi seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi ke dalam tubuh; dan 4) Mempertahankan dan memantau berat badan dalam batas normal.

Penyusunan menu
Hal terpenting lain yang terdapat dalam PGS adalah penyusunan menu. Konsep beragam tetap menjadi motto yang penting, di mana dalam hidangan sebaiknya mengandung makanan pokok, sayuran, buah buahan, dan lauk pauk. Selain itu, konsumsi air putih juga dianjurkan dalam jumlah cukup.  Gula, garam, lemak juga secara khusus mendapatkan perhatian. Ketiga komponen tersebut dianjurkan untuk digunakan secara minimal. Hal ini di karenakan adanya indikasi keterkaitan ketiga jenis bahan tersebut dengan beberapa penyakit degeneratif. Sebut saja gula dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2, garam dengan hipertensi, dan lemak terkait dengan jantung koroner.

Konsumen semakin menyadari pengaruh pangan terhadap kesehatan. Oleh sebab itu, kebanyakan konsumen mulai ‘pilih-pilih’ makanan. Namun perlu diingat, bahwa walau menghendaki makanan yang lebih menyehatkan, konsumen tetap menuntut makanan yang lezat. Di sinilah para chef dituntut berkreasi lebih inovatif guna menyediakan hidangan, yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan. KI-37

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...