Menyajikan Produk Pangan Sehat



Makanan menyehatkan tentunya berasal dari bahan-bahan yang sehat dan berkualitas, serta diolah dengan cara yang bersih dan sehat. Memilih dan mengolah bahan pangan yang sehat tidak lepas dari prosedur Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB). Setiap jenis bahan memiliki karakteristik masing-masing, akan tetapi secara umum hendaklah memilih bahan baku yang aman dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Pilihlah bahan-bahan pangan yang memiliki kualitas yang baik, bebas dari hama dan penyakit, bebas dari kotoran, bebas dari kerusakan, bebas dari bahan kimia berbahaya, tidak kadaluarsa, dan tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya. Jika makanan tersebut ditujukan untuk membuat makanan organik yang menyehatkan atau non hewani, maka harus dipastikan jika bahan-bahan yang digunakan tersebut memiliki sertifikat organik (bebas dari pestisida, bebas dari penggunaan pupuk kimia, bebas dari bahan yang telah mengalami rekayasa genetik), atau surat penyataan bebas dari bahan-bahan hewani. Untuk makanan vegetarian, pastikan makanan yang diolah sama sekali tidak bersentuhan dengan produk hewani.

Selain memiliki kandungan gizi dan citarasa yang lezat, makanan menyehatkan harus disajikan dalam porsi yang cukup dan seimbang. Peran ahli gizi sangat diperlukan disini untuk membuat menu yang proporsional sesuai dengan kebutuhan konsumen. Biasanya jenis-jenis menu dan porsi penyajian sudah ditentukan terlebih dahulu yang selanjutnya diserahkan kepada konsumen untuk memilih atau dipilihkan disesuaikan dengan kondisi kesehatan konsumen. Mata adalah indera pertama untuk menilai sesuatu termasuk juga makanan. Penyajian makanan menyehatkan harus disajikan dengan cara semenarik mungkin tanpa kehilangan fungsi dan manfaatnya. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...