Faktor yang Berpengaruh dalam Hasrat Memilih Makanan



Sebelum mengonsumsi makanan sering kali diwarnai dengan memilih beberapa pilihan makanan terlebih dahulu. Tujuan memilih makanan adalah agar makanan tersebut dapat diterima dan dinikmati dengan antusias yang tinggi. Fungsi makanan tidak lagi hanya untuk memenuhi rasa lapar, tetapi banyak orang yang mengonsumsi makanan untuk memenuhi kepuasan emosional. Untuk memenuhi fungsi emosional ini, makanan tersebut harus dilihat secara visual, estetika, sosial, hingga psikologi. Untuk membangkitkan selera makan, biasanya makanan disajikan dengan penambahan garnish dan flavor yang menarik sehingga timbul hasrat untuk memilih makanan tersebut.

Faktor yang paling mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap makanan setelah visual yang menarik adalah flavor. Flavor didefinisikan sebagai kesan gabungan dari rasa dan aroma yang dipengaruhi oleh sifat akustik bahan, tekstur, dan penampakannya, yang diterima oleh indera pengecap dan pembau pada saat makanan dikonsumsi. Suatu makanan yang dikatakan sangat enak, ini berarti rasanya enak dan baunya enak.

Kesukaan seseorang terhadap makanan juga dapat dimodifikasi dengan kombinasi yang menarik pada makanan tersebut. Contohnya steak daging yang dikombinasikan dengan kentang dan beberapa sayuran lain akan lebih menarik perhatian. Kombinasi ini akan mempengaruhi implikasi penting di dalam perencanaan menu. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...