Kiat Menyimpan Susu Pasteurisasi



Susu pasteurisasi merupakan susu yang melalui tahapan pemanasan untuk membunuh bakteri patogen. Proses pemanasan yang dilakukan ada bermacam-macam, namun umumnya pada suhu 720C selama 15 detik atau 630C selama 30 menit. Bakteri pembusuk masih dapat tumbuh pada susu pasteurisasi apabila disimpan pada suhu ruang. Oleh karena itu, susu pasteurisasi disimpan pada suhu refrigerasi yaitu sekitar 10-180C. Sejak membeli, kondisi suhu susu ini perlu dijaga agar tetap dingin. Jika perjalanan jauh maka susu dapat disimpan dalam cool box. Penyimpanan disarankan di lemari pendingin bagian dalam, hindari pada pintu lemari pendingin karena suhu tidak stabil.

Susu pasteurisasi yang dihasilkan dan dipasarkan sangat beragam, dengan perbedaan jenis  pasteurisasi yang dilakukannya, pengemasan, dan penyimpanannya,terlebih juga produsen di Indonesia, yang menyertakan atau menambahkan flavor (aroma dan rasa) ke dalam produk susu pasteurisasi yang dihasilkannya. Apabila kemasan susu pasteurisasi belum dibuka maka umur simpan sekitar 5-7 hari. Namun apabila kemasan sudah dibuka disarankan susu langsung dihabiskan atau dapat disimpan dalam refri kembali dengan kondisi tertutup. Pada kondisi ini susu hanya dapat bertahan selama 1-2 hari. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Jul 23, 2019

    Apa yang Terjadi jika Pengemasan Produk Beku Tidak Baik?

    Proses pembekuan tidak hanya berkaitan dengan suhu beku, tetapi juga teknik pengemasannya. Daging beku yang disimpan dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami freezer burn (dehidrasi di permukaan daging). Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, namun dapat menurunkan mutu daging. Freezer burn ditandai dengan perubahan warna daging menjadi abu-abu kecokelatan akibat kontak daging dengan udara dalam ruang pembekuan.   ...

  • Jul 22, 2019

    Keamanan Daging Beku

    Dibalik kelezatannya, daging juga menyimpan risiko bahaya keamanan pangan. Oleh sebab itu harus selalu ditangani dengan baik, termasuk selama penyimpanan. Agar kualitas daging dapat dipertahankan selama penyimpanan yang cukup lama, biasanya daging diawetkan dengan cara dibekukan. Metode ini merupakan salah satu cara pengawetan yang paling mudah dilakukan. ...

  • Jul 19, 2019

    Jahe Dapat Mengempukkan Daging

    Kegunaan jahe yang begitu banyak dan bermanfaat menjadikan jahe lebih mudah ditemui. Selain banyak mengandung komponen zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, jahe ini juga mengandung enzim protease yang bernama zingibain untuk mengempukkan daging. Caranya jahe dikupas, bagian kupasan kulitnya bisa dibalutkan pada daging sama seperti menggunakan kulit buah pepaya. ...

  • Jul 16, 2019

    Pembekuan pada Daging

    Penyimpanan beku merupakan salah satu metode pengawetan yang paling umum, aman, dan mudah dilakukan, terutama untuk bahan-bahan yang sangat mudah rusak atau perishable, contohnya produk daging. Karena produk daging khususnya dalam keadaan segar, sangat mudah terkontaminasi mikroba sebab mengandung komponen yang disukai untuk perkembangbiakan mikroba. Pembekuan dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas daging, terutama saat pendistribusian dan penyimpanan. ...

  • Jul 15, 2019

    Macam-Macam Enzim Pengempuk Daging dan Sumbernya

    Daging segar yang dimasak, khususnya daging sapi, seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam. Namun, sebetulnya ada beberapa bahan pangan yang bisa kita gunakan untuk mengempukkan daging sapi segar sebelum daging ini diolah. ...