Waktu Ideal Mengonsumsi Jus



Jus merupakan minuman yang berbahan dasar buah-buahan, sayuran, atau kombinasi keduanya. Kandungan gizi pada jus bervariasi bergantung pada bahan dasarnya. Formulasi jus yang tepat dapat menghasilkan minuman yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Mengonsumsi jus secara rutin dapat membantu tubuh dalam memenuhi asupan gizi, selain tentunya juga memberi kesegaran. Rasanya yang nikmat dengan tampilan yang menarik, membuat jus menjadi minuman “wajib” yang disajikan dalam berbagai jamuan, termasuk di hotel, kafe, dan restoran.

Pada dasarnya jus dapat disajikan dan dikonsumsi kapan saja. Kesegaran jus dapat menjadi sarana pelepas dahaga dalam berbagai aktivitas. Akan tetapi, ada beberapa waktu ideal dalam mengonsumsi jus agar manfaat yang didapat bisa maksimal. Berikut adalah beberapa waktu dimana jus sangat ideal untuk dikonsumsi.

Ketika selesai olah raga
Olah raga yang rutin dilakukan minimal 2 kali seminggu merupakan pola hidup yang menyehatkan. Setelah melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan energi dan keringat, asupan mineral dan vitamin tinggi sangat baik untuk mengembalikan ion yang hilang dan kebugaran tubuh. Seperti mengonsumsi segelas jus jeruk, jus strawberi, jus mangga dan lainnya.

Ketika sarapan
Sarapan diperlukan sebagai bekal energi memulai aktivitas setiap hari. Sarapan yang berkualitas dengan olahan beragam pangan dapat meningkatkan konsentrasi memulai bekerja atau sekolah. Dengan mengonsumsi jus setelah sarapan, dapat memberi efek menyegarkan dan memberi efek kenyang karena jus mengandung serat, sehingga dapat menghindari konsumsi snack secara berlebihan sepanjang hari.

Ketika sedang diare
Gangguan pencernaan yang menyebabkan diare, dapat mengakibatkan tubuh kekurangan vitamin, mineral, ion, dan cairan. Kondisi lebih buruk akan mengakibatkan dehidrasi. Untuk menghindari terjadi dehidrasi, hendaknya konsumsi cairan lebih banyak dari pada keadaan normalnya (8 gelas sehari). Konsumsi jus sangat baik selain menambah cairan tubuh juga zat gizi penting lainnya.

Ketika snack time
Snack time adalah waktu diantara dua makan utama, yaitu snack pagi dan sore hari. Pada jam tersebut, tubuh membutuhkan asupan energi dan zat gizi lain sebagai tambahan, namun dalam jumlah yang secukupnya. Dua potong kue dengan segelas jus cukup memberi asupan gizi yang dibutuhkan. KI-37

 

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...