Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018



Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Guna mempertemukan para pengusaha kafe dengan industri pendukung, Reed Panorama Exhibition bekerjasama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI)/Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia Latte Art Artist (ILAA), Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Dewan Teh Indonesia, Association of Indonesian Specialty Tea (Aistea) dan Teh Institute serta didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menggelar pameran Cafe & Brasserie Indonesia (CBI) sebagai pameran kafe terbesar di Indonesia yang menghadirkan berbagai produk dan jasa yang dibutuhkan untuk usaha kafe.

“Kini kopi memiliki nilai tambah yang produktif dan bukan hanya sekedar komoditas namun juga menjadi sebuah seni dan gaya hidup. Kehadiran event Cafe & Brasserie Indonesia 2018 sejalan dengan misi utama AKSI untuk mengedukasi pasar kopi yang ada di Indonesia dan dunia tentang segala hal yang yang berkenaan dengan kopi spesialti. Melalui CBI 2018, kami dapat mengkomunikasikan misi tersebut secara efektif karena di ajang ini semua dapat dilakukan secara terintegrasi,” terang Kasmito Tina selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI). CBI 2018 didedikasikan bagi industri kafe dan brasserie di Indonesia sekaligus menjadi ajang bertemu bagi mitra-mitra utama dalam industri kafe.

Tidak hanya berhenti itu saja, Cafe & Brasserie Indonesia (CBI) 2018 juga akan digelar satu atap bersama dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2018 dan Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2018 pada tanggal 5 – 7 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center mulai jam 10.00 – 21.00 WIB. Pameran bisnis terbesar di tahun 2018 ini menghadirkan 450 brand terbaik industri waralaba dan produk kebutuhan usaha kafe dari 22 negara antara lain Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Philippina, China, Jepang, Saudi Arabia, dan masih banyak lagi.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...