Manfaat Rempah Bagi Kesehatan



Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan keseharian kita ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa khasiat yang dimilikinya, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, menurunkan gula darah, menurunkan tekanan darah, mencegah penyumbatan pembuluh darah, dan lain-lain.

Tanaman rempah sudah lama dikenal mengandung komponen fitokimia yang berperan penting untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Beberapa senyawa fitokimia yang diketahui mempunyai fungsi fisiologis adalah karotenoid, fitosterol, saponin, glikosinolat, polifenol, inhibitor protease, monoterpen, fitoestrogen, sulfida, dan asam fitat. Senyawa-senyawa tersebut banyak terkandung dalam sayuran dan kacang-kacangan, termasuk tanaman rempah. Diet yang menggunakan rempah sebagai penyedap makanan dapat menyediakan berbagai komponen aktif fitokimia yang bermanfaat menjaga kesehatan dan melindungi tubuh dari penyakit kronis.

Jika mengkonsumsi produk olahan rempah dituding berbahaya dan dapat merusak ginjal atau hati itu biasanya karena produk tersebut tidak memenuhi syarat, misalnya dicampur dengan obat sintetis.  Meski demikian, biasanya efek samping yang ditimbulkan hanya berupa reaksi tipe alergi, seperti sakit kepala, pusing, mual, atau ruam. Orang yang mengonsumsi olahan rempah mungkin tampak menjadi lebih parah sebelum menjadi lebih baik. Reaksi ini disebabkan oleh pembuangan limbah racun dari tubuh selama tahap-tahap awal terapi. Mengonsumsi produk olahan rempah mungkin tidak perlu setiap hari, yang diperlukan adalah gizi yang bersumber dari makanan, sedangkan produk tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari suplemen untuk melengkapi unsur atau senyawa yang masih kurang dalam konsumsi makanan harian.

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...