Rupa dan Jenis Salad



Salad merupakan makanan pembuka yang bertujuan untuk menambah selera makan yang mengonsumsinya. Salad berasal dari Eropa, tepatnya Perancis yang kemudian diadopsi oleh Asia. Salad dikonsumsi dalam keadaan mentah, matang ataupun kombinasi dari keduanya. Salad yang akan dikonsumsi harus dimasak secara tepat agar tidak terkontaminasi. Jika salad akan dijadikan buffet di sebuah prasmanan, maka usahakan untuk disajikan dalam keadaan dingin. Salad terbagi menjadi dua yakni salad tradisional dan internasional. Salad di Indonesia seperti gado-gado, karedok, dan asinan sebenarnya termasuk dalam makanan pembuka. Salad internasional terbagi lagi menjadi continental salad seperti salad Thailand.

Salad Thailand menggunakan saus yang terbuat dari sereh, dan daun ketumbar. Sedangkan salad Jepang banyak menggunakan campuran miso yang dikeringkan dengan sedikit mirin, lemon, dan air gula. Sebagian besar salad terbuat dari jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Hampir semua buah dapat dijadikan salad. Untuk sayuran, pastikan sayuran yang akan digunakan untuk salad adalah sayuran yang tidak memerlukan banyak pengolahan seperti wortel, paprika, dan kol. Karena kebanyakan dikonsumsi dalam keadaan segar, maka pemilihan sayur dan buah haruslah segar dan higienis. Untuk penyajian salad, usahakan agar tidak terlalu banyak isi, layaknya egg green salad yang terdiri tidak lebih dari 5 macam sayuran saja.

Selain isi, pemilihan warna juga menjadi pertimbangan dalam penyajian salad. Teknik pengolahan salad terdiri dari cutting dan blancing. Seperti brokoli yang ingin dijadikan salad harus diblansing terlebih dahulu, perlakuan ini selain memenuhi standar keamanan pangan juga dapat menaikkan cita rasa dari suatu bahan pangan. Salad juga dapat dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti keju, udang, ayam, dan ikan. Saus untuk salad pun sangat bervariasi seperti saus thousand island, saus tar-tar, maupun saus vinegrate.

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...