Produk Fermentasi Ikan: Bekasang, Terasi, Petis



Dari sekian banyak bumbu yang dijadikan penyedap dalam masakan Nusantara, ada bumbu yang tercipta dari proses fermentasi, proses yang melibatkan ‘makhluk berukuran super kecil’ yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Mikroba kecil ini berjasa menghasilkan bumbu penyedap yang istimewa, baik dari segi penampilan, aroma, dan cita rasa. Apa saja?

Produk fermentasi ikan di Indonesia memiliki beragam jenis dan karakter yang dihasilkan. Semua proses fermentasi tersebut dapat menciptakan rasa umami yang dihasilkan dari asam amino. Produk-produk fermentasi ikan dapat menaikkan appetite pada suatu produk pangan. Proses fermentasi dari ikan ini umumnya akan menghasilkan dua jenis produk yang berbeda. Pertama, produk akhir yang dihasilkan akan memiliki karakteristik yang mirip dengan ingridien aslinya seperti halnya bakasang, picungan, dan ikan tukai. Sedangkan jenis yang kedua adalah produk akhir yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan ingridien aslinya seperti saus ikan, terasi, dan petis.

Bekasang adalah produk fermentasi ikan tradisional yang banyak dikonsumsi di daerah Sulawesi Utara. Bekasang diproduksi dengan cara memfermentasikan ikan-ikan kecil atau isi perut ikan-ikan besar yang sebelumnya dicampur terlebih dahulu dengan garam serta ditempatkan pada suhu sekitar 30-500C. Bekasang memiliki rasa gurih yang khas karena kaya akan asam amino hasil hidrolisis proteinnya. Rasa umami utamanya dihasilkan oleh asam amino bebas seperti asam glutamat, alanin, isoleusin, dan lisin.

Selain bekasang dan terasi, produk fermentasi ikan yang menjadi sumber cita rasa umami adalah petis. Petis memiliki kenampakan yang mencolok dengan warna hitam pekat hasil dari fermentasi penggunaan bahan baku seperti udang. Petis banyak digunakan sebagai bumbu di beberapa produk pangan seperti rujak, kupang lontong (Sidoarjo), semanggi dan lontong balap (Surabaya), dan tahu tek serta tahu campur (Lamongan). Dalam 100 g petis, mengandung asam amino bebas sebanyak 2,547 mg. Jenis asam amino yang memberikan rasa umami pada petis banyak diberikan oleh asam glutamat, alanin, leusin, dan lisin. KI-35

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...