Cabai dan Aspek Gizi Kesehatannya



Rasa pedas merupakan salah satu rasa yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Rasa pedas di Indonesia paling banyak dihasilkan oleh cabai. Cabai mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A) masing-masing 84 mg dan 260 SI per 100 g.  Kandungan vitamin C ini lebih tinggi daripada buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan pepaya. Apalagi cabai jenis paprika merah yang mengandung kadar vitamin hingga 2 kali lipat dari jenis cabai lainnya. Hanya saja cabai tidak bisa dikonsumsi sebanyak kita makan jeruk, karena rasa pedasnya yang sering membuat orang kapok dan sekaligus ketagihan. Kandungan vitamin C yang tinggi pada cabai, menyebabkan cabai termasuk pangan yang disebut kaya antioksidan. Antioksidan ada yang berupa vitamin (vitamin C dan betakaroten), mineral (selenium), dan ada pula yang berbentuk senyawa aktif (catechin pada teh).  Fungsi antioksidan antara lain adalah mencegah radikal bebas sehingga sel-sel tubuh tidak mudah rusak.

Bumbu atau rempah-rempah sperti cabai yang digunakan untuk membuat rendang, sehingga rendang tersebut meski kaya lemak namun sekaligus kaya antioksidan. Kendati demikian, konsumsi cabai juga harus diperhatikan bagi orang-orang yang memiliki masalah dengan lambung. Pasalnya, cabai dapat meningkatkan asam lambung seseorang. Penyebab asam lambung menjadi tinggi biasanya karena mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Misalkan makanan yang terlalu pedas atau asam. Karena itu salah satu cara pencegahan agar asam lambung tidak naik adalah dengan membiasakan mengonsumsi makanan yang sehat. Ada berbagai gangguan sistem pencernaaan atau penyakit yang mungkin terjadi dan sering dibiarkan oleh banyak orang. Masalah pencernaan yang paling umum adalah penyakit naiknya asam lambung atau gastro-esophageal reflux, sebagian besar dikenal dengan penyakit maag. Gangguan ini harus diberi perhatian khusus karena dapat menyebabkan masalah yang lebih serius yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan.

Selengkapnya baca dengan download di Majalah KI Edisi Juni 2018

Artikel Lainnya

  • Jul 23, 2019

    Apa yang Terjadi jika Pengemasan Produk Beku Tidak Baik?

    Proses pembekuan tidak hanya berkaitan dengan suhu beku, tetapi juga teknik pengemasannya. Daging beku yang disimpan dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami freezer burn (dehidrasi di permukaan daging). Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, namun dapat menurunkan mutu daging. Freezer burn ditandai dengan perubahan warna daging menjadi abu-abu kecokelatan akibat kontak daging dengan udara dalam ruang pembekuan.   ...

  • Jul 22, 2019

    Keamanan Daging Beku

    Dibalik kelezatannya, daging juga menyimpan risiko bahaya keamanan pangan. Oleh sebab itu harus selalu ditangani dengan baik, termasuk selama penyimpanan. Agar kualitas daging dapat dipertahankan selama penyimpanan yang cukup lama, biasanya daging diawetkan dengan cara dibekukan. Metode ini merupakan salah satu cara pengawetan yang paling mudah dilakukan. ...

  • Jul 19, 2019

    Jahe Dapat Mengempukkan Daging

    Kegunaan jahe yang begitu banyak dan bermanfaat menjadikan jahe lebih mudah ditemui. Selain banyak mengandung komponen zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, jahe ini juga mengandung enzim protease yang bernama zingibain untuk mengempukkan daging. Caranya jahe dikupas, bagian kupasan kulitnya bisa dibalutkan pada daging sama seperti menggunakan kulit buah pepaya. ...

  • Jul 16, 2019

    Pembekuan pada Daging

    Penyimpanan beku merupakan salah satu metode pengawetan yang paling umum, aman, dan mudah dilakukan, terutama untuk bahan-bahan yang sangat mudah rusak atau perishable, contohnya produk daging. Karena produk daging khususnya dalam keadaan segar, sangat mudah terkontaminasi mikroba sebab mengandung komponen yang disukai untuk perkembangbiakan mikroba. Pembekuan dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas daging, terutama saat pendistribusian dan penyimpanan. ...

  • Jul 15, 2019

    Macam-Macam Enzim Pengempuk Daging dan Sumbernya

    Daging segar yang dimasak, khususnya daging sapi, seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam. Namun, sebetulnya ada beberapa bahan pangan yang bisa kita gunakan untuk mengempukkan daging sapi segar sebelum daging ini diolah. ...