Jenis-Jenis Daun yang Digunakan Sebagai Rempah



Selain dihasilkan dari akar, buah, dan bunga. Rempah di Indonesia yang seringkali digunakan untuk meningkatkan cita rasa suatu masakan dihasilkan pula dari jenis dedaunan. Untuk itu, pemanfaatannya pun beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan dalam proses pemasakan. Rempah dari daun dapat memberikan rasa dan aroma yang khas pada suatu masakan. Berikut ini adalah beberapa jenis daun yang seringkali digunakan dalam masakan khas Indonesia.

  • Daun pandan

    Termasuk ke dalam jenis dedaunan yang biasa digunakan untuk sajian manis. Ada dua jenis, daun pandan wangi dan daun pandan hutan. Daun pandan wangi berhelai kecil untuk mengharumkan kue, puding, atau nasi. Simpulkan dan cabikcabik daun pandan wangi agar aroma harumnya lebih terasa. Sedangkan daun pandan hutan berhelai daun besar dan tidak harum, digunakan untuk membungkus kue atau takir kue. Daun pandan dapat digunakan langsung pada masakan, untuk dapat lebih mengeluarkan aromanya, sobek-sobek kecil bagian daun pandan.

  • Daun suji

    Daun suji merupakan daun yang biasa digunakan sebagai pewarna makanan berwarna hijau alami untuk kue-kue tradisional. Cara pakainya ditumbuk kasar atau halus, kemudian larutkan dengan air, dan peras. Agar aroma kue lebih harum, tumbuk bersama daun pandan.

  • Daun kunyit

    Memberi aroma gurih dan rasa kunyit yang lembut pada masakan. Banyak dipakai dalam masakan Minang (Sumatera Barat) seperti rendang, kari, dan kalio. Simpulkan dan cabik-cabik daun kunyit agar aromanya lebih kuat.

  • Daun kemangi

    Daun kemangi termasuk ke dalam daun yang dapat dinikmati secara langsung. Daun kemangi yang harum sering dibuat lalapan, campuran sambal, hingga campuran pepes.

  • Daun salam

    Daun salam Memberi aroma harum yang khas dan enak pada masakan. Bisa untuk segala masakan mulai dari tumis, gulai, dan sayur bening. Masukkan daunnya utuh. Segar maupun kering daun salam tetap dapat memberikan aromanya yang khas pada suatu masakan.

  • Daun kari

    Biasa disebut juga daun salam koja atau daun temurui. Tak pernah ketinggalan dalam masakan Aceh seperti gulai dan kari. Cara pakainya sama dengan daun salam, langsung masukkan dalam masakan.

  • Daun jeruk purut

    Memberi aroma dan rasa segar pada masakan. Buang tulang daun, cabikcabik, atau iris daunnya kemudian tumis atau langsung masukkan dalam masakan. Untuk menghasilkan aroma yang leih kuat, cabik-cabik daun jeruk purut sebelum digunakan dalam masakan

  • Daun kucai

    Termasuk tanaman bawang, bentuknya seperti rumput. Iris halus untuk campuran pada tempe goreng tepung, bakwan, dan taburan laksa. Di Semarang, daun kucai juga biasa dinikmati langsung sebagai teman makan lumpia.

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...