Tips Menyimpan Rempah dan Bumbu



Rempah segar paling rentan terkontaminasi bakteri pembusuk. Kadar air yang tinggi menjadi media empuk jamur atau kapang untuk tumbuh. Letakkan rempah segar dalam lemari pendingin. Sebelum disimpan, rempah akar rimpang (seperti jahe, lengkuas, atau kunyit) dicuci  hingga bersih, lalu bungkus rapat dengan kertas agar bumbu masih bisa ’bernafas’ dan tidak cepat kehilangan kelembapannya. Menyimpan cabai di lemari pendingin juga perlu dibungkus dengan kertas. Hindari kemasan plastik, karena akan membuat cabai lekas busuk. Untuk serai, daun salam, dan daun jeruk purut, masukkan ke dalam plastik lalu letakkan di lemari es. Lain lagi cara menyimpan bumbu dasar basah (berbentuk pasta). Agar bertahan lama, tumis dulu bumbu dan rempah yang sudah dihaluskan (baik rempah tunggal atau campuran) dengan panas yang cukup (± 70 °C) untuk membunuh mikroba, kemudian kemas dalam wadah steril (botol kaca bertutup rapat). Apabila kemasan telah dibuka, sebaiknya langsung disimpan kembali dalam lemari pendingin.

Untuk menyimpan bumbu dasar sesuai kebutuhan sekali masak di dalam plastik tebal yang di-press, jadi tidak sering keluar masuk kulkas. Untuk rempah kering, Simpan dalam wadah tertutup rapat terbuat dari kaca, dan letakkan di tempat yang kering atau di suhu ruang (25°-28°C). Jika ada bumbu yang mulai membusuk, buang segera supaya tidak menulari yang lainnya. Rempah kering dalam bentuk bubuk lebih cepat hilang aroma harumnya dibandingkan dengan yang utuh. Sifatnya yang mudah menyerap uap air dan bau membuat rempah bubuk rentan berjamur dan menggumpal. Menyimpan di dalam wadah tertutup rapat, kering, di suhu ruang adalah syarat mutlak penyimpanannya. Untuk bumbu olah berbentuk cairan, jika belum habis dipakai, lap mulut botol agar tidak ada bumbu tersisa yang bikin lekas berjamur. Tutup rapat dan simpan dalam lemari es. Untuk minyak (seperti: minyak wijen) letakkan di tempat yang sejuk dan kering karena minyak mudah menyerap aroma sekitarnya.

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...