Tradisi Minum Teh di 10 Negara



Selain kopi, minuman berkafein yang tidak kalah tenarnya adalah teh. Teh adalah minuman yang berasal dari tanaman teh atau Camellia sinensis yang mengalami pengolahan sebelum akhirnya dapat dinikmati. Proses pengolahan teh terdiri dari beberapa proses di antaranya pelayuan, penggulungan, penggilingan, dan pengeringan. Setelah melalui proses tersebut, daun teh juga masih beum dapat dinikmati secara langsung. Perlu serangkain proses penyeduhan agar dapat menikmati secangkir teh. Di beberapa negara, proses penyeduhan atau meminum teh menjadi bagian yang erat kaitannya dengan tradisi setempat. Tidak cukup hanya menikmati, tetapi meminum teh juga menjadi bagian yang sacral yang dilakukan dengan cara yang berbeda di masing-masing negara. Berikut ini adalah beberapa tradisi meminum teh yang ada di beberapa negara.

  • Inggris

    Tradisi afternoon tea terjadi saat Duchess of Bedford Anna merasa dirinya saat lapar menunggu jam makan malam pada pukul 8 malam. Untuk memenuhi rasa laparnya, ia meminta pelayannya untuk menyediakan kudapan dan the di pukul 4 sore. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi sejenis kebiasaan yang akhirnya turut diikuti oleh masyarakat Inggris pada umumnya.

  • Jepang

    Terkenal dengan matcha-nya, tidak hanya teh, Jepang pun menjadi rujukan berbagai macam tren kuliner dunia. Dalam tradisi meminum teh di Jepang dilakukan dengan grup kecil yang diberikan teh hijau. Di Jepang, penyebutan untuk jenis teh yang tidak spesifik maka akan secara otomatis diartikan sebagai teh hijau atau the China yang juga sangat populer di Jepang.

  • Moroko

    Di moroko, tradisi meminum teh dilakukan sebanyak tiga kali yang mewakili kehidupan, cinta, dan kematian. Touareg tea atau disebut juga dengan Moroccan mint tea merupakan jenis teh yang menjadi ciri khas negara tersebut. Bagi sesorang yang menjadi tamu di moroko, penyajian teh tersebut harus diminum untuk menghargai orang yang telah memberikan.  

  • India

    India merupakan konsumen sekaligus produsen teh terbanyak dibandingkan dengan negara lain. Chai adalah salah satu jenis minuman yang dapat ditemui di hampir jalanan India. Chai adalah teh tradisional India yang terbuat dari campuran bahan-bahan rempah. Setiap tamu yang berkunjung di rumah di India akan merasakan rasa teh yang manis dan sedikit memiliki rasa pedas.

  • China

    Seni membuat teh di China disebut dengan Cha Dao yang berarti jalan hidup. China merupakan negara pertama yang mengonsumsi teh dan pengaruhnya terhadap teh menyebar hingga ke seluruh dunia. Museum mengenai sejarah perkembangan teh dapat ditemui di Hangzhou di mana terdapat penjelas yang detail mengenai deskripsi dan asal usul teh. 

  • Thailand

    Thailand terkenal dengan tehnya yang populer dengan paduan susu dan dan rempah-rempah. Tradisi teh dibawa ketika perang sipil China di tahun 1949. Pengungsi yang melarikan diri ke Thailand membawa beberapa unsure tradisi China termasuk dalam meminum teh.

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...