History and Trend of Cold Brew



Kopi merupakan minuman yang telah lama menjadi teman masyarakat di seluruh dunia. Kopi hadir dalam berbagai situasi, baik formal maupun non formal. Kopi seakan menjadi pelengkap dalam suatu komunitas. Dalam perjalanannya, kopi selalu diidentikkan dengan minuman yang panas, mengepul, dan berwarna hitam lengkap dengan cita rasanya yang pahit. Namun, bukan berarti kopi tidak dapat dinikmati dalam keadaan yang lain seperti diseduh dingin. Nyatanya, kopi dingin sudah dinikmati di tahun 1600 oleh saudagar yang menempuh perjalanan jauh. Bahkan, di abad 19th Amerika, Skotlandia, Perancis, dan juga Britania Raya juga menggunakan konsentrat kopi dingin untuk dikonsumsi oleh para militer. Hingga akhirnya, kopi dingin mulai dikomersialkan pada tahun 1990 di beberapa kedai kopi di Amerika. Pada tahun 1993 gerai franchise, Dunkin Donuts juga memulai menjual kopi dingin secara nasional yang kemudian disusul Mcdonals yang mengenalkan menu ice coffee di tahun 2008. Popularitas kopi dingin terus mengalami peningkatan, anak-anak muda yang memiliki pandangan lain mengenai kopi menggandrungi jenis kopi dingin tersebut. Kopi dingin dianggap sebagai cara menikmati kopi yang keluar dari pakem tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari kopi tersebut. Penjualan gerai kopi terbesar di dunia, Starbucks meningkat hingga 20% setelah menambahkan menu cold brew di tahun 2015. Kopi dingin yang kemudian lebih dikenal dengan cold brew pun kini semakin menarik banyak minat wirausaha muda untuk menjual produk cold brew. Cara dan teknik yang terbilang mudah membuat cold brew menjadi menu andalan dan selalu mendapat tempat di setiap menu kedai kopi. Penyajian dan teknik unik dalam produksinya menjadi daya tarik bagi konsumen. Cold brew sangat popular di kalangan milenial. Selain dapat dinikmati secara langsung tanpa penambahan apapun. Cold brew juga sangat diminati dengan variannya yang bermacam. Cold brew dapat ditambahkan dengan susu, sirup cokelat, maupun gula merah. Karena tidak menggunakan alat dan mesin yang cukup rumit, cold brew juga merupakan salah satu menu yang memiliki profit margin yang cukup tinggi sehingga, kehadirannya dalam menu dapat menjadi sebuah keharusan di kedai kopi saat ini.  Cold brew memiliki rasa yang lebih ringan dengan kandungan asam yang lebih rendah dan memiliki rasa manis yang ringan. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang sering salah konsepsi mengenai cold brew dengan es kopi. Merujuk pada teknik pembuatannya. Es kopi merupakan kopi yang diseduh panas dan dibiarkan sampai dingin hingga akhirnya diberikan es batu untuk penyajiannya. Sedangkan cold brew adalah kopi bubuk yang dilarutkan dan direndam dalam air dingin dan dimasukkan ke dalam kulkas selama semalaman. Namun, tentu saja penjelasan tersebut adalah penjelasan paling sederhana, karena saat ini pun banyak digunakan beberapa alat pendukung untuk menghasilkan cita rasa cold brew yang berbeda. KI-35  

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...