Sistem Kode Pewarnaan Untuk Keamanan Pangan Jasa Boga



Meningkatkan keamanan pangan dalam jasa boga tentu memerlukan andil seluruh aspek. Tidak hanya dalam penanganan bahan baku dan pengolahan. Beberapa sistem penunjang untuk keamanan pangan harus diterapkan. Salah satu sistem yang dapat diterapkan dalam jasa boga adalah sistem kode pewarnaan yang dapat diaplikasikan pada beberapa lini tempat maupun alat yang digunakan. Pada industri jasa boga, sistem kode pewarnaan ini biasanya diaplikasikan pada papan pemotong dan pisau yang digunakan. Sistem kode pewarnaan pada papan pemotong maupun pisau ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi silang yang sering terjadi akibat pemakaian alat yang sama dari produk mentah ke produk siap makan. Sistem ini juga memudahkan para pelaku yang bekerja karena warna yang berbeda meningkatkan daya ingat pekerja dalam tekanan yang tinggi. Berikut ini adalah warna-warna yang ditentukan digunakan pada jenis papan pemotong dan pisau.

  • Hijau = produk sayuran dan buah-buahan
  • Merah = produk daging-dagingan mentah
  • Kuning = produk yang berasal dari unggas
  • Biru = produk boga bahari
  • Putih = produk siap makan
  • Cokelat = produk non halal bagi restoran maupun katering yang menyediakan
Sistem kode pewarnaan ini juga dapat disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan kerja masing-masing. Yang terpenting, para pelaku dalam lingkup pekerja mengerti mengenai sistem yang digunakan sehingga tidak terjadi kesalahan yang dapat merugikan jasa boga. Tidak hanya diterapkan pada alat untuk produksi, ke depan, sistem kode pewarnaan dapat pula dikembangkan untuk menjadi pewarnaan zona. Sehingga, di tiap zonanya memiliki warna yang berbeda yang memudahkan produksi untuk meminimalisir baik kontaminasi maupun meningkatkan sanitasi dari zona tersebut.

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...