Prinsip Menu Clean Eating



Menjalankan pola diet yang menjadi gaya hidup seperti clean eating memang tidak mudah. Selain menyisihkan waktu dan jadwal untuk menyiapkan menu clean eating, ada beberapa prinsip yang dapat memudahkan pelaku clean eating .

  1. Pilih produk yang alami dan kurangi produk olahan

    Sesuai dengan konsep clean eating, memilih produk yang alami sangat disarankan dibandingkan dengan produk olahan. Dengan produk alami, diharapkan dapat lebih mengenali bahan apa saja yang digunakan tanpa penggunaan bahan tambahan lain seperti pada produk olahan. Produk alami paling mudah diketahui sumbernya sehingga dapat melacak tingkat keamanan serta penanganan bahan tersebut. 

  2. Cukupi sumber protein, karbohidrat, dan lemak setiap hari

    Tidak seperti pola diet lain. Konsep clean eating tidak menghilangkan satu atau beberapa asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsep clean eating lebih menitikberatkan pada ranah membatasi, mengerti, dan mengetahui apa saja yang dikonsumsi oleh tubuh. Dengan demikian, asupan gizi pada tubuh akan terpenuhi dan tidak berlebihan sehingga dapat mengontrol baik berat badan maupun kesehatan pelaku pola diet.

  3. Kurangi kadar gula, garam, dan lemak

    Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, konsep clean eating lebih pada membatasi atau mengurangi dibandingkan dengan menghilangkan. Data penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler dan obesitas meningkat dikarenakan konsumsi yang tinggi pada gula, garam, dan lemak. Untuk itu, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak sangat disarankan.  

  4. Dahulukan air putih

    Ketika makan maupun merasa haus, usahakan untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu. Meskipun rasanya enak dan menyegarkan, golongan minuman seperti soft drink dan jenis es lainnya mengandung banyak kalori.

  5. Bergeraklah

    Tidak ada pola diet yang paling sehat dibandingkan dengan berolahraga atau bergerak. Dengan bergerak, selain merenggangkan otot-otot tubuh yang kaku, bergerak juga dapat megatur seberapa banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh akan merasa lebih segar dan berenergi.

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...