Clean Eating, Menu Katering Paling Diminati



Berbisnis memang gampang-gampang susah. Tetapi, bukannya tidak mungkin untuk dilakukan. Di tengah kesibukan seperti saat ini, mempersiapkan makan untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam pun akan terasa lebih berat. Untuk itu, katering merupakan salah satu usaha yang paling menjanjikan. Dengan mengamati tren makanan maupun pola diet yang sedang berkembang, pelaku usaha katering dapat mengambil kesempatan serta pasar yang besar. Salah satunya adalah menu clean eating yang banyak diminati oleh para pelaku diet. Untuk katering dengan menu clean eating dapat diterapkan dengan menu penuh meliputi sarapan, makan siang, dan makan malam atau menu sebagian di mana konsumen dapat menentukan sendiri menu apa yang ingin diambil. Untuk menu sarapan, lebih baik jika pada kemasan disertakan kandungan serta kalori dari makanan yang akan dikonsumsi. Atau paling mudah, sisihkan waktu tersendiri untuk konsultasi mengenai kondisi dari calon konsumen. Dengan demikian, pelaku usaha katering dapat bekerjasama dengan ahli gizi maupun dietitian untuk lebih menghasilkan konsultasi yang membantu proses pengolahan menu. Selain nilai gizi, aspek kesegaran dan keamanan produk dari menu katering merupakan hal yang sangat penting. Keamanan produk katering dapat diatasi dengan proses penanganan yang baik selama bahan baku, pengolahan, pengemasan maupun distribusi. Usahakan setaip pelaku yang menangani katering menggunakan prinsip sanitasi yang benar. Seperti mencuci seluruh bahan sebelum digunakan, menghindari kontaminasi silang, serta sanitasi diri seperti mencuci tangan sebelum mengolah dan menggunakan sarung tangan yang higienis sebelum menangani produk siap saji. Pada saat distribusi, kontrol suhu adalah salah satu titik yang terpenting.  Untuk produk segar seperti salad, gunakan cooling box untuk menjaga kesegaran produk.

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...