Menu Clean Eating Pada Restoran



Menu clean eating pada dasarnya adalah sesuatu yang bersifat alami dan diketahui asal usulnya. Untuk merancang menu clean eating ada baiknya jika mengetahui apa saja bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar wilayah setempat. Sehingga, akan memudahkan dalam mengatur menu-menu yang akan dirancang untuk clean eating. Untuk restoran dengan konsep yang kasual, menyajikan menu clean eating sebaiknya di lengkapi dengan keterangan mengenai menu tersebut, sehingga konsumen juga dapat teredukasi mengenai konsep clean eating. Sedangkan untuk restoran dengan konsep fine dining menu clean eating dapat disajikan dengan kreasi yang lebih banyak. Restoran yang menggunakan konsep dan menyajikan menu clean eating maka harus mengatur manajemen pemesanan maupun pembelian bahan baku. Bahan-bahan yang digunakan untuk menu clean eating harus benar-benar segar dan terjamin secara keamanan maupun mutunya. Pelaku restoran harus mengetahui bagaimana bahan bahan tersebut didapatkan dan proses pengelolaannya selama diproduksi maupun setelah dipanen jika bahan tersebut adalah jenis tanaman. Untu memudahkan dan meminimalisir kesalahan, pengusaha restoran juga dapat menerapkan konsep restoran bertema kebun organik sehingga dapat menjadi daya tarik konsumen selain memudahkan untuk mendapatkan bahan-bahan dengan kualitas yang terjada untuk memenuhi konsep clean eating. Jika tidak tertarik untuk menerapkan restoran dengan tema kebun, para pengusaha restoran harus memastikan bahan yang diperoleh dari supplier adalah bahan-bahan yang segar. Setelah memastikan bahan baku yang digunakan, konsep clean eating kemudian harus memperhatikan bagaimana bahan tersebut diolah. Pada konsep clean eating, pengolahan yang dilakukan harus didasarkan pada cara pengolahan, alat yang digunakan, serta bahan tambahan yang digunakan. Menu clean eating merupakan menu yang sederhana. Tidak memerlukan pengolahan yang kompleks dan seringkali disajikan segar seperti salad. Bahan tambahan maupun bahan lain yang digunakan pun harus dipastikan kadar dan keamanannya.     

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...