Tips Mengurangi Limbah Makanan



Atur bahan baku dan porsi sajian

Mengatur bahan baku akan memudahkan pelacakan bahan apa saja yang sering dan jarang untuk digunakan. Dengan cara ini, restoran dapat mengurangi pembelanjaan dan memanfaatkan bahan baku yang masih ada dengan kreatifitas yang baru dari seorang chef. Selain itu, pegaturan bahan baku sebaiknya juga diterapkan sistem first in first out atau menggunakan bahan yang pertama masuk untuk digunakan lebih dahulu dibandingkan dengan barang yang baru masuk. Dengan sistem tersebut, tentu mengurangi bahan baku yang terlupa dan telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Selain mengatur bahan baku, porsi sajian juga mengambil peranan yang penting. Selalu evaluasi berapa banyak rata-rata konsumen menyisakan makananannya dalam setiap porsi sajian. Dengan evaluasi tersebut, restoran dapat mengatur ulang jumlah per sajian sehingga tidak terlalu banyak menyisakan makanan dari para konsumen.

Lacak menu populer

Menelusuri mana saja menu yang menjadi populer dalam pesanan sangat penting untuk keberlanjutan bahan baku yang ada di dapur. Dengan mengetahui menu populer atau menu favorit, restoran dapat menghapus menu yang tidak pernah dipesan tetapi memerlukan bahan baku dalam jumlah yang sedikit maupun bahan baku yang mudah membusuk. Setelah menu dihapus tentu saja, selanjutnya tidak memerlukan bahan baku tersebut. Selain lebih menghemat, pengeluaran untuk jenis menu yang dihapus dapat dialihkan pada menu favorit agar dapat ditambahkan bahan baku sehingga tersedia lebih lama.

Donasi makanan

Meski sudah berusaha mengurangi, kondisi restoran setiap harinya tidak terduga. Pelanggan yang datang pun tidak bisa diprediksi secara presisi. Karena itu, sisa makanan terkadang menumpuk berlebih dan harus segera dilakukan penanganan selanjutnya. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan yakni dengan mendonasikan beberapa makanan yang berlebih kepada beberapa komunitas lokal yang berkonsentrasi dalam penanganan sisa makanan. Pastikan makananyang didonasikan masih memenuhi unsur keamanan pangan dan kelayakan makan sehingga tidak membahayakan bagi pengonsumsinya nanti.

Daur ulang

Selain tiga poin di atas, penanganan terhadap sisa limbah yang harus selalu ada dalam jasa boga termasuk di dalamnya restoran adalah manajemen daur ulang baik untuk limbah organik maupun non organik seperti kertas atau plastik. Untuk limbah organik dapat dijadikan sebagai kompos dan limbah lainnya dapat dikumpulkan sesuai jenisnya dan ditukarkan di bagian penanganan limbah setempat.

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....