Tips Menjaga Keamanan Pangan di Industri Jasa boga



Pembelian bahan baku

Lini ini termasuk lini paling awal untuk menghindari kontaminasi pada produk yang akan dihasilkan. Untuk itu, lini pembelian bahan baku sangat menentukan dan berperan besar. Pada saat pembelian bahan baku usahakan untuk tidak memilih bahan daging maupun unggas yang memilki kemasan bocor maupun sobek jika bahan tersebut dikemas. Usahakan untuk memilih bahan yang segar dan baru.

Penyimpanan

  • Selalu kontrol suhu refrigerator dan freezer. Suhu refrigerator seharusnya selalu pada suhu 4,40C dan suhu freezer -17.70C atau lebih rendah.
  • Masak atau bekukan¬† produk ikan, unggas dan daging-dagingan tidak lebih dari dua hari setelah pembelian. Untuk produk daging lain seperti daging babi, daging domba, dan daging anak sapi dapat disimpan hingga 3-5 hari lebih lama.
  • Produk daging dan unggas sebaiknya dikemas dalam plastik yang rapat untuk menjaga kalitas dan mencegah aroma dan sari dari daging yang keluar dan mengontaminasi produk lain di dalam freezer atau lebih baik pisahkan peyimpanan produk daging-dagingan dengan produk yang lain.¬†
  • Produk kaleng dapat disimpan di tempat yang dingin atau pada suhu di atas 32,20C. Pastikan produk kaleng tersebut aman dikonsumsi dengan tidak ada penyok, karat maupun kembung. Untuk produk kaleng dnegan kandungan asam tingi seperti tomat kaleng dan buah-buahan sebaiknya digunakan untuk kualitas terbaik pada 12-18 bulan. Sedangkan untuk produk kaleng dengan asam yang rendah seperti produk sayuran dan daging dapat digunakan hingga 2-5 tahun.

Persiapan

  • Selalu cuci tangan dengan air hangat dengan sabun selama kurang lebih 20 detik sebelum dan sesudah menangani produk pangan.
  • Hindari kontaminasi silang, jauhkan produk mentah dengan produk siap makan. Pisahkan juga peralatan yang digunakan seperti pisau yang digunakan untuk produk mentah tidak boleh digunakan untuk mengolah produk siap makan.
  • Marinasi produk daging dan unggas dengan wadah yang tertutup di dalam refrigerasi.

Thawing

Proses thawing atau melelehkan produk yang dibekukan dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni dibiarkan di dalam refrigerasi, air dingin, dan microwave. Teknik thawing dengan refregerasi merupakan metode yang paling aman untuk menthawing, namun membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding cara lainnya. Pastikan, air dari produk yang dithawing tidak menetes pada produk lain di dalam refrigerasi. Metode air dingin merupakan metode yang digunakan jika ingin mempersingkat waktu thawing.Pastikan produk yang dithawing dikemas dalam plastic antibocor dan ganti air dingin setiap 30 menit sekali untuk mempercepat proses thawing. Cara terakhir adalah thawing dengan microwave, dengan cara ini produk akan secara cepat thawing namun, harus segera digunakan atau diproses setelah proses thawing selesai.

Pemasakan

Untuk keamanan dan kualitas, masak seluruh produk daging-dagingan dengan suhu dalam minimal 62.80C dan ukur dengan termometer sewaktu produk masih di atas kompor.Untuk produk unggas, masak hingga suhu dalam minimal sebesar 71.10C.

Penyajian

  • Makanan panas sebaiknya disajikan dengan suhu stabil sekitar 600C atau lebih.
  • Makanan dingin sebaiknya disajikan dengan shu stabil sekitar 4.40C atau lebih dingin

Penanganan makanan sisa

Dalam industri jasa boga, perhitungan sangat penting dilakukan agar tidak terlalu banyak makanan sisa yang dihasilkan. Namun, kondisi jasa boga tidak seluruhnya dapat diperhitungkan dengan baik dan presisi. Untuk itu, makanan sisa baik berupa produk setengah jadi maupun produk yang dapat dihangatkan harus memiliki penanganan yang baik.

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...