Table Manner II



Dalam sebuah jamuan makan, setiap tamu diharapkan paham dan mengerti tentang cara serta perilaku di dalam acara jamuan makan resmi. Hal ini biasa dikenal dengan etiket atau dalam bahasa Perancis disebut dengan ‘etiqutte’. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah etiket jamuan makan resmi.

  1. Kartu undangan
    Kartu undangan sangat penting untuk menunjukkan siapa yang diundang dan berapa jumlah tamu yang akan hadir. Hal ini diperlukan untuk bagi tuan rumah dalam mepersiapkan jumlah kursi dan meja bagi tamu undangan.
  2. Cara duduk
    Dalam jamuan makan resmi, cara duduk sangat penting untuk diperhatikan agar kita tidak menjadi lelah dan terlihat bungkuk. Ada beberapa cara mengenai posisi duduk seperti posisi kursi agar tidak terlalu dekat dengan meja dan badan jangan bersandar ke bagian belakang kursi.
  3. Cara menggunakan serbet makan
    Cara menggunakan serbet makan tidaklah rumit. Hanya perlu melipatnya menjadi segitiga atau persegi panjang dan diletakkan di atas pangkuan. Apabila setelah jamuan makan telah selesai serbet makan dapat diletakkan di atas meja.
  4. Aturan berbicara
    Pada jamuan makan resmi, berbicara adalah hal yang penting untuk bersosialisai dan berkomunikasi. Tetapi jangan mendominasi pembicaraan dan jangan menyela orang lain yang sedang berbicara. Hindari menunjuk sesuatu dengan tangan yang masih memegang alat makan yang disertai gerakan tangan yang belebihan.
  5. Cara minum
    Saat jamuan makan resmi minuman baik yang beralkohol ataupun tidak biasanya disajikan dalam gelas yang berkaki atau bertangkai. Pada saat minum, peganglah bagian bawah gelas.
  6. Roti
    Roti biasanya disajikan terlebih dahulu sebelum lainnya. Roti dimakan dengan tangan saja dan jangan memindahkan piring roti.
  7. Appetizer
    Berfungsi sebagai makanan pembuka untuk menimbulkan selera makan. Appetizer biasanya memiliki porsi yang kecil.
  8. Soup
    Makanan yang mengandung cairan dan berfungsi sebagai makanan penyela.
  9. Main course
    Makanan utama dan berporsi besar. Disajikan dengan dua jenis makanan pendamping seperti salad dan kentang yang berfungsi sebagai stabilisator.
  10. Dessert
    Sebagai makanan penutup, dapat berupa es, pudding dan jenis lainnya.

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...