Keracunan Pangan di Industri Jasa Boga



Oleh: Nur Aini

Produk jasa boga umumnya merupakan makanan berasam rendah dan berkadar air tinggi sehingga mudah busuk dan diserang oleh mikroorganisme.Didukung dengan keadaan alam Indonesia yang hangat dan lembab merupakan kondisi yang sangat bak bagi pertumbuhan mikroorganisme. Produk pangan yang sangat beresiko tinggi dalam kasus keracunan pangan karena rentan pertumbuhan mikrooragnisme adalah produk berbasis daging, ikan, unggas, telur, dan susu.

Ada tiga faktor yang umumnya menimbulkan kejadian luar biasa keracunan pangan.Yaitu kontaminasi, bakteri pathogen harus ada dalam pangan. Pertumbuhan, bakteri pathogen harus memiliki kesempatan untuk berkembang biak dalam pangan untuk menghasilkan toksin atau dosis infeksi yang cukup untuk menimbulkan penyakit dan daya hidup, jika berada pada situasi yang ekstrem, bakteri patogen harus dapat bertahan hidup dalam pangan selama penyimpanan dan pengolahannya.

Penyakit yang ditimbulkan oleh produk pangan yang tercemar oleh patogen umumnya ditandai dengan terganggunya fungsi-fungsi saluran pencernaan.Gejala yang paling sering muncul adalah diare. Di Indonesia, masih banyak kasus diare ringan yang tidak dilaporkan. Bahkan, terkadang diare tidak dianggap sebagai penyakit. Walaupun bersifat fatal seperti pada kasus-kasus kolera. Diare yang berlebihan akan menguras cairan tubuh dan diantaranya diikuti dengan gejala lain yang dapat berakibat lebih fatal. Selain itu, beberapa patogen mengakibatkan penyakit di organ tubuh lain di samping saluran pencernaan.

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....