Penanganan Limbah di Industri Jasa Boga



Limbah makanan pada indutri jasa boga merupakan salah satu masalah yang seringkali meresahkan banyak pelaku industri jasa boga. Di restoran, limbah makanan umumnya dibagi menjadi dua yakni limbah sebelum dikonsumsi oleh konsumen dan limbah setelah dikonsumsi oleh konsumen. Limbah pertama atau limbah yang belum dikonsumsi oleh konsumen biasanya merupakan limbah atau sisa dari dapur atau persiapan untuk menyajikan kepada konsumen. Limbah dari dapur ini terbagi menjadi beberapa bagian yakni limbah organik yang merupakan limbah dari hasil bahan baku seperti sayur, buah-buahan maupun sisa-sisa daging dan tulang yang tidak digunakan. Selanjutnya yakni limbah disposal yang terdiri dari bahan pembungkus maupun plastic sisa dari penyimpanan bahan baku. Kedua jenis limbah tersebut tentu memiliki cara masing-masing untuk diolah.

Limbah restoran yang kedua yakni limbah setelah dikonsumsi oleh konsumen. Limbah ini biasanya terdiri dari limbah sisa makanan yang tidak diinginkan atau tidak dihabiskan oleh konsumen. Rata-rata limbah ini adalah limbah organik. Dari beberapa jenis limbah tersebut, seringkali restoran bermasalah pada penumpukan limbah tanpa ada manajemen pengolahan yang baik.

Artikel Lainnya

  • Jul 23, 2019

    Apa yang Terjadi jika Pengemasan Produk Beku Tidak Baik?

    Proses pembekuan tidak hanya berkaitan dengan suhu beku, tetapi juga teknik pengemasannya. Daging beku yang disimpan dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami freezer burn (dehidrasi di permukaan daging). Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, namun dapat menurunkan mutu daging. Freezer burn ditandai dengan perubahan warna daging menjadi abu-abu kecokelatan akibat kontak daging dengan udara dalam ruang pembekuan.   ...

  • Jul 22, 2019

    Keamanan Daging Beku

    Dibalik kelezatannya, daging juga menyimpan risiko bahaya keamanan pangan. Oleh sebab itu harus selalu ditangani dengan baik, termasuk selama penyimpanan. Agar kualitas daging dapat dipertahankan selama penyimpanan yang cukup lama, biasanya daging diawetkan dengan cara dibekukan. Metode ini merupakan salah satu cara pengawetan yang paling mudah dilakukan. ...

  • Jul 19, 2019

    Jahe Dapat Mengempukkan Daging

    Kegunaan jahe yang begitu banyak dan bermanfaat menjadikan jahe lebih mudah ditemui. Selain banyak mengandung komponen zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, jahe ini juga mengandung enzim protease yang bernama zingibain untuk mengempukkan daging. Caranya jahe dikupas, bagian kupasan kulitnya bisa dibalutkan pada daging sama seperti menggunakan kulit buah pepaya. ...

  • Jul 16, 2019

    Pembekuan pada Daging

    Penyimpanan beku merupakan salah satu metode pengawetan yang paling umum, aman, dan mudah dilakukan, terutama untuk bahan-bahan yang sangat mudah rusak atau perishable, contohnya produk daging. Karena produk daging khususnya dalam keadaan segar, sangat mudah terkontaminasi mikroba sebab mengandung komponen yang disukai untuk perkembangbiakan mikroba. Pembekuan dilakukan untuk dapat mempertahankan kualitas daging, terutama saat pendistribusian dan penyimpanan. ...

  • Jul 15, 2019

    Macam-Macam Enzim Pengempuk Daging dan Sumbernya

    Daging segar yang dimasak, khususnya daging sapi, seringkali memiliki tingkat keempukan yang beragam dan tidak standar. Untuk meningkatkan keempukan ini biasanya daging dipukul-pukul dengan alat seperti palu bergerigi baik terbuat dari kayu maupun terbuat dari logam. Namun, sebetulnya ada beberapa bahan pangan yang bisa kita gunakan untuk mengempukkan daging sapi segar sebelum daging ini diolah. ...