Jenis Lemak dan Minyak



Lemak dan minyak banyak digunakan dalam industri jasa boga maupun dikonsumsi secara pribadi untuk menggoreng dan memperbaiki mutu suatu produk pangan. Jenis lemak dan minyak di pasaran juga sangat beragam tergantung pada tujuan penggunaan dan mutu akhir karakteristik produk yang diinginkan. Tetapi, setidaknya ada tiga jenis lemak dan minyak yang perlu diketahui untuk memudahkan proses pemilihan yang sesuai dengan tujuan akhir produk.

  • Minyak Lemak Padat

    Minyak lemak padat bisa diperoleh dari pangan nabati maupun hewani. Minyak padat atau stearin biasa digunakan dalam industri bakeri maupun makanan cepat saji sebagai minyak goreng pemakaian berulang. Sifatnya yang padat karena kaya akan asam lemak rantai karbon panjang dan jenuh, menyebabkan ketahanannya relatif lebih baik terhadap panas, sehingga dapat digunakan untuk proses menggoreng berulang. Contohnya adalah mentega dan mentega putih atau stearin.

  • Minyak Lemak Cair

    Produk minyak lemak ini umumnya di pasaran antara lain minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Minyak jenis ini banyak sekali digunakan untuk menggoreng.

  • Minyak Salad

    Minyak/ lemak untuk salad sebaiknya tidak digunakan untuk menggoreng, jenis minyak/lemak ini seperti minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak zaitun. Jenis minyak ini sangat tinggi kandungan asam lemak tak jenuhnya karena mengandung ikatan rangkap lebih banyak dibandingkan minyak sawit. Oleh karena itu, minyak-minyak ini jauh lebih rentan dan mudah rusak dibanding minyak sawit atau kelapa.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...