Telur dalam Cake



Selain dimasak biasa seperti digoreng dan direbus, telur juga digunakan sebagai bahan utama untuk baking. Telur berfungsi sebagai pengikat (binder) seperti pada pembuatan kroket. Telur juga dapat membantu dalam proses pengembangan adonan sehingga mmebuat volume bakery meningkat.

Telur dalam Sponge Cake

jenis cake terbagi menjadi dua yakni foam cake dan shortened (butter) cake. Foam cake adalah cake yang tidak emngandung lemak sama sekali. Porsi penggunaan telur lebih banyak daripada butter (sponge, angel food cake, dam chiffon cake). Butter cake biasa juga disebut sebagai creamed cake mengandung butter, margarine, atau vegetable shortening yang mmeberi kontribuso pada tekstur, keempukan, dan kelembapan dari cake. Baik foam maupun shortened cake, penyajiannya tidak terbatas, bias ditambahkan flavor, filling, icing, dan bentuk cake yang juga dapat disesuaikan dengan keinginan.

Membuat volume sponge cake mengembang sempurna adalah bagian tersulit dalam prosesnya. Penggunaan bahan baku standar seperti tepung terigu, gula, telur, dan terkadang adajuga yang menambahkan dengan baking powder. Adonan sponge cake dibuat dengan mengocok telur dengan gula hingga mengkilap dan creamy, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti terigu. Beberapa resep menggunakan baking powder untuk membantu proses pengembangan. Tatapi banyak pula yang hanya mengandalkan inkorporasi udara pada saat pengocokan telur agar adonan mengembang. Kuning dan putih telur digunakan dalam pembuatan sponge cake. Biasanya kuning telur dikocok terlebih dahulu dengan gula, kemudian baru ditambahkan putih telur yang sudah berbentuk foam (putih telur yang dikocok kaku) kemudian denga gerakan yang memutar seperti melipat-lipat dari atas ke bawah. Adonan diaduk hingga bercampur tetapi tidak terlalu homogen. Inkorporasi saat pengadukan menyebabkan gelembung-gelembung udara kecil tesebar merata dalam adonan sehingga menghasilkan cake yang berpori kecil seperti busa (spons) dan lembut.

Telur dalam Angel Cake

berbeda dengan sponge cake, angel food cake hanya menggunakan putih telur. Terbuat dari putih telur, cream of tartar, gula, terigu, garam, dan flavor, cake ini mengandung kadar gula yang cukp tinggi. Pemberian gula dapat mendukung stabilisasi dari whipping putih telur. Karena putih telur memberikan volume dan struktur pada cake, pemberian ingredient lain harus diperhatikan agar adonan tidak mengempis. Angel food cake dibuat tanpa penambahan baking powder, baking soda, kuning telur atau lemak lainnya. Foam putih telur akan mengembang selama dipanggang yang menyebabkan tekstur cake ringan dan berongga.

Sumber: Kulinologi 2010

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...