8 Teknik Populer Memasak Telur



Dunia kuliner memang sulit dipisahkan dari telur. Tidak hanya sebagai lauk praktis yang menjadi andalan dalam kondisi ‘kepepet’, telur dimanfaatkan sebagai campuran penting dalam pembuatan cake agar lebih empuk dan bervolume. Kuning telur berfungsi sebagai pewarna alami, juga sebagai pengental dalam pembuatan saus mayones dan saus vla. Telur juga dipakai dalam campuran resep bakwan agar lebih lembut, kocokan telur dijadikan bahan pelapis untuk parkedel atau nugget sebelum digoreng. Berikut adalah 8 teknik memasak telur yang populer. Bisa langsung disantap, atau dikreasikan bersama bumbu dan bahan lainnya.

  1. Medium Boiled Egg

    Disebut juga telur setengah matang. Telur melewati proses perebusan selama 4-5 menit dalam air mendidih. Bagian putihnya sudah agak mengeras, sedangkan bagian kuningnya agak mengental. Penyajian populer: dikonsumsi langsung dengan taburan garam dan merica bubuk.

  2.  Hard Boiled Egg

    Telur rebus yang dimasak selama 10 menit hingga benar-benar matang.  Bagian kuning dan putihnya sudah mengeras sempurna. Penyajian populer: telur rebus utuh dimasak bumbu balado merah, lado hijau, bumbu petis, bumbu semur, atau dibuat telur pindang. Telur rebus yang diiris atau dicincang, jadi campuran adonan kroket, isian american risoles, hingga pelengkap caesar salad. Kuning telur rebusnya bisa jadi bahan pembuat mayones.

  3. Poached Egg

    Telur yang diceplok dalam air mendidih selama 4-5 menit. Agar bentuknya bulat rapi,  ditambahkan sedikit cuka ke dalam air perebusnya. Penyajian populer: pelengkap sukiyaki, topping pizza, eggs bennedict (disajikan dengan saus hollandaise) bersama sosis atau protein lainnya di waktu sarapan atau brunch.

  4. Scrambled

    Telur kocok yang ditambah sedikit susu, garam, dan merica, lalu  dimasak dengan sedikit minyak atau mentega dengan cara diaduk-aduk hingga berbentuk butiran. Penyajian populer: isian sandwich, isian lumpia semarang

  5. Omelette

    Alias telur dadar. Adonan dasarnya sama dengan scrambled, tetapi bentuknya dibuat menjadi dadar, dengan tambahan isi maupun tidak. Omelette versi barat dibuat dari telur ayam, diisi potongan daging asap, kacang polong, jagung manis, jamur, dan keju cheddar parut. Sedangkan resep omellete versi lokal yang terkenal, dadar telurnya lebih tebal dan empuk karena menggunakan telur bebek (seperti dadar telur khas Aceh atau Padang). Cita rasanya berbumbu sedap berkat penggunaan cabai giling, bawang merah, bawang putih dan parutan kelapa sangrai. Penyajian populer: omelette isi gaya barat umum disantap langsung saat sarapan. Omelet tanpa isi (hanya dadar telur) bisa dikreasikan jadi ‘bungkus’ lemper, sosis gulung, atau nasi goreng. Sedangkan dadar telur berbumbu Indonesia, paling nikmat disantap dengan nasi hangat.

  6. Sunny Side Up

    Sebutan populernya adalah telur mata sapi. Telur yang digoreng dengan minyak, mentega, atau margarin. Penyajian populer: topping sandwich, egg bacon (telur mata sapi dikelilingi bacon).

  7. Stufeed Egg

    Telur rebus yang dibelah dua, lalu dipisahkan bagian kuningnya. Bagian kuning ini dilumatkan, lalu dicampur bersama acar, mayones, mustard, bacon, sayuran atau bahan lain sesuai selera. Campuran kuning telur ini kemudian diisi kembali sambil dicetak ke dalam putih telur. Penyajian populer: Devilled egg

  8. Sponge Egg

    Bagian kuning dan putih telur dipisahkan. Putih telur dikocok sampai kaku, lalu dicampur dengan kuning telur, garam, dan merica. Digoreng di atas pan panas. Bentuknya bulat tebal, lembut, dan nyess seperti sponge. Penyajian populer: disajikan bersama English breakfast yang tinggi protein dan karbohidrat (disandingkan dengan bacon, sosis, baked beans, tomat iris, tumis jamur, dan roti tawar).

Artikel Lainnya