Upaya Menangani Telur Untuk Industri Horeka



Telur merupakan pangan sumber protein hewani yang mudah rusak mutunya seperti halnya pangan hewani lainnya. Dalam keadaan segar, rentan pecah dan mudah terjadi  pembusukan, dan berisiko mengandung bakteri patogen yaitu Salmonella. Apabila telur yang terinfeksi bakteri ini dikonsumsi dalam kondisi mentah akan mengakibatkan keracunan (foodborne disease). Anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan kondisi daya tahan tubuh menurun beresiko lebih besar untuk terinfeksi Salmonella. Oleh karena itu perlu melakukan penanganan yang baik dan tepat untuk menjaga mutu dan keamanan telur

  • Sortasi

    Bagi industri horekaba yang membutuhkan telur berjumlah banyak, tentunya telur dipasok dari supplier. Setelah menerima telur dari supplier, sortasi atau pilih telur sesuai keseragaman berat/ukuran, keutuhan kulitnya, dan kesegarannya. Bagaimana ciri telur yang rusak secara fisik? Secara fisik ciri-cirinya berbau menyimpang/busuk, beratnya lebih ringan daripada ukuran sama lainnya, kulitnya retak. Pisahkan telur yang sudah busuk, mulai rusak, dan lainnya. Apabila tidak dipisahkan akan berisiko terjadi kontaminasi silang mikroorganisme pembusuk dan patogen. Berbeda halnya dengan pelaku usaha home industri, dan ibu rumah tangga dapat melakukan sortasi sebelum membeli telur.

  • Mencuci Telur

    Cangkang telur pastinya mengandung bakteri yang berasal dari kotoran dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu cuci bersih telur kemudian keringkan. Mencuci telur dapat dilakukan dengan cara merendam telur dalam air bersih dapat diberi sedikit deterjen atau natrium hidroksida (soda api), kemudian cuci bersih. Atau dengan cara mencuci dengan air hangat yang mengalir. Setelah kulit telur bersih segera keringkan.

  • Penyimpanan

    Upaya untuk meningkatkan umur simpan telur dapat dilakukan dengan menutup pori-pori kulit telur. Penutupan pori-pori kulit telur dapat  dilakukan dengan berbagai cara, seperti : Pengolesan telur dengan minyak kelapa, dapat menjaga kesegaran telur 8 minggu sampai 2 bulan. Pelapisan dengan minyak paraffin kemudian dikeringkan dengan diangin-anginkan dan penyimpanan dalam suhu dingin Telur yang disimpan di refri teratur  (150C) akan lebih tahan lama daripada yang disimpan pada suhu ruang. Suhu yang rendah ini akan memperlambat hilangnya kadar CO2 dan air di dalam  telur, serta penyebaran air sari putih ke kuning telur.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...