Yeast



Yeast atau dalam dunia bakeri lebih dikenal dengan ragi merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pembuatan roti. Ragi ditambahkan setelah penambahan tepung terigu, kemudian adonan akan diaduk, ditambahkan air dan dibiarkan beberapa waktu atau lebih dikenal dengan istilah fermentasi. Jenis yeast/ragi yang sering digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae. Pada mulanya, yeast yang digunakan pada produk bakeri dilakukan secara tidak sengaja, saat itu, kehadiran yeast justru dianggap sebagai kontaminan. Namun, karena hasil dari dari ‘kontaminasi’ tersebut membuat flavor dan tekstur yang lebih baik, yeast kemudian secara sengaja ditambahkan pada adonan roti. Kala itu, yeast yang ditambahkan berasal dari sisa fermentasi anggur.  Saat ini, penggunaan yeast telah diproduksi secara komersial dengan kondisi yang lebih terkontrol. Fungsi utama penambahan yeast dalam produk bakeri adalah memproduksi  CO2.  Gas tersebut kemudian akan “diperangkap” dalam jaringan gluten, sehingga roti menjadi mengembang.  

Dalam industry bakeri, terdapat dua jenis yeast yang sering digunakan. Yakni compressed yeast dan dried yeast. Compressed yeast adalah fresh yeast atau sering disebut juga dengan yeast segar/basah.  Terbuat dari yeast cream yang dikeringkan atau dipadatkan.  Kadar airnya berkisar 70%.  Sedangkan dried yeast  merupakan yeast cream yang dikeringkan hingga memiliki kadar air 7-8%.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Compressed yeast dilihat dari segi ekonomi terbilang cukup murah terjangkau dan mudah diaplikasikan secara luas pada berbagai produk bakery. Namun, yeast ini sangat sensitive pada suhu dan kelembapan. Penyimpanan yang baik dengan menggunakan pendingin sangat direkomendasikan untuk jenis yeast ini. Sedangkan dried yeast tidak membutuhkan penyimpanan dengan suhu dingin dan dried yeast memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan compressed yeast. Namun, penggunaan dried yeast memerlukan waktu yang sedikit lama, karena dried yeast memerlukan proses rehidrasi terlebih dahulu sebelum digunakan.

Pemilihan jenis ragi untuk produk bakery tentu memerlukan berbagai pertimbangan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sebaiknya memilih ragi sesuai dengan kebutuhan dan hasil yang diinginkan.

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...