Inside Your Bread



Oleh: Hendry Noer Fadhilah.

Produk bakeri utamanya roti merupakan produk yang paling dekat dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nilai kepraktisan dan kemudahan dalam pengemasan membuat roti segera menjadi primadona yang dapat menggeser posisi nasi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Kendati demikian, masih banyak terdapat informasi seputar roti yang tidak tersampaikan dengan baik untuk konsumennya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ingridien roti yang membuat roti dapat dinikmati sampai pada konsumennya.

Pada prinsipnya, setiap ingridien yang membentuk sebuah roti memiliki nilai dan peranan yang penting dalam prosesnya. Secara umum, ingridien yang terdapat pada suatu proses pembuatan roti adalah tepung, yeast, bread improver, dan lemak.

Tepung

Tepung merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan roti. Tepung terigu merupakan jenis tepung yang sering digunakan karena di dalam tepung terigu memiliki protein gliadin dan glutenin yang berperan dalam memerangkap CO2 pada saat proses pemanggangan sehingga menghasilkan roti yang dapat mengembang. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk dapat mensubtitusi tepung terigu pada pembuatan roti. Salah satunya dilakukan oleh peneliti asal Universitas Jember yang mencoba mensubtitusi tepung terigu dengan bahan lokal yakni Tepung Modified Cassava Flour (MOCAF). Tepung tersebut disubtitusikan tidak hanya pada roti tetapi pada produk bakeri lain seperti biskuit.

Yeast

Yeast memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembuatan roti. Yeast merupakan bahan utama yang membuat roti dapat mengembang. Dalam praktiknya, yeast memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi primer di mana yeast dapat membentuk metabolit sekunder berupa gas CO2. Gas tersebut kemudian terperangkap dalam jaringan  yang dibentuk oleh gluten, sehingga menghasilkan struktur yang porous. Fungsi sekunder yeast yakni dapat melakukan degradasi senyawa makromolekul yang dapat mempengaruhi tekstur serta fungsi tersiernya sebagai precursor flavor dengan mendukung terjadinya reaksi maillard yang menimbulkan rasa dan aroma.

Bread improver

Bread improver merupakan salah satu ingridien penting dalam pembuatan roti. Banyak baker yang menggunakannya untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Biasanya, komponen ini ditambahkan dengan konsentrasi tidak lebih dari 1,5% dari berat tepung yang dipakai dalam resep. Bread improver merupakan kumpulan dari beberapa penyusun seperti reducing agent (zat pereduksi), oxidizing agent (zat pengoksidasi), enzim, dan emulsifier. Masing-masing komposisi bread improver tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Reducing agent atau zat pereduksi berfungsi untuk menguraikan gluten yang kemudian akan ditangkap oleh oxidizing agent untuk membentuk jaringan yang lebih kuat. Reducing agent yang biasa dipakai adalah asam amino sistein dan juga deactivated yeast. Sedangkan oxidizing agent yang biasa digunakan adalah asam askorbat. Enzim memiliki peran penting dalam bread improver untuk mengoptimalkan pertumbuhan ragi dalam membentuk CO2 dan Emulsifier berfungsi untuk menyatukan komponen komponen minyak dan air sehingga diperoleh adonan yang berkualitas. Beberapa jenis emulsifier yang sering digunakan antara lain datem dan lesitin.

Lemak

Fungsi utama lemak dalam pembuatan roti adalah sebagai sumber gizi. Selain sebagai sumber gizi, lemak juga penting dalam pembentukan flavor, menghambat pelepasan CO2 yang terlalu cepat, dan memperlembut tekstur.

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...