Mengenal Soyghurt dan Proses Pembuatannya



Soyghurt adalah minuman fermentasi yang dibuat dari bahan baku susu kedelai. Komposisi niali gizi yang terkandung dalam soyghurt adalah energi 41 Kkal; protein 3,5 g; lemak 2,5 g; karbohidrat 5 g; kalsium 50 mg; posfor 45 mg; zat besi 1,9 mg; dan vitamin B1 0,02 mg. Disamping zat gizi tersebut di dalam susu kedelai mengandung komponen aktif, yaitu isoflavon yang dapat mencegah penuaan dini dan mencegah osteoporosis.

Sifat-sifat produk soyghurt yang baik kualitasnya adalah tidak terjadi pemisahan antara padatan dan cairan, teksturnya halus dan  lembut, serta kompak dan tidak berlendir serta tidak berbau asam yang berlebihan. Aromanya khas yoghurt dan rasa asam manis normal, tidak menggunakan  pewarna dan pangawet karena soyghurt itu sendiri adalah sangat awet dengan sifat asamnya.

Proses pembuatan soyghurt

Pertama biji kedelai direndam selama satu  malan kemudian ditiriskan ainya. Dicuci sampai bau dan busanya hilang. Rebus kedelai tersebut sampai empuk. Kemudian kedelai yang sudah direbus disisihkan. Siapkan waring blender, yaitu blander khusus untuk kedelai. Panaskan air sampai mendidih kemudian campur kedelai dengan air panas dengan perbandingan 1:8  dan masukkan ke dalam waring blender lalu diblender sampai halus dan homogen lalu saring dengan kain kasa, kemudian filtratnya ditampung akan menjadi susu kedelai. 

Susu kedelai dimasukkan dalam wadah lalu ditambahkan susu skim sekitar 5%, ditambah bibit yoghurt 2-5% (starter), lalu tambahkan gula secukupnya, lalu dipasteurisasi untuk menguapkan sebagian air dan menonaktifkan enzim, terutama enzim yang memicu terjadinya bau langu. Pasteurisasi dilakukan selama kurang lebih sekitar 20 menit pada suhu sekitar 800C.

Angkat susu kedelai dan turunkan suhunya sampai mencapai suhu hangat-hangat kuku, lalu tambahkan starter atau biang yoghut, aduk sampai merata. Diamkan atau diinkubasikan selama kurang lebih 8-12 jam. Jangan digoyang selama fermentasi berlangsung. Masukan segera soygurt yang sudah jadi ke dalam lemari es untuk menghindari overfermentation. Hidangkan dalam keadaan dingin.

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...