Es Krim Probiotik



Persaingan bisnis es krim sudah sangat ketat. Produsen dituntut terus berkreasi, salah satunya adalah dengan menawarkan es krim dengan manfaat kesehatan tertentu.

FAO/WHO (2011) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup dalam jumlah cukup yang mampu memberikan manfaat kesehatan bagi manusia. Selama ini, konsumen selalu mengidentikkan probiotik dengan yoghurt. Padahal, tidak semua yoghurt dapat mengklaim memiliki kandungan probiotik.

Menurut Peneliti SEAFAST Center IPB, Dr. Lilis Nuraida beberapa waktu lalu, secara konvensional yoghurt difermentasi oleh L. bulgaricus subsp. delbruekii dan S. thermophilus.  Namun demikian, perlu ditambahkan mikroorganisme probiotik bersama kultur starter untuk meningkatkan jumlah bakteri probiotik yang mampu menembus saluran pencernaan manusia.

Selain yoghurt, sebenarnya produk berbasis susu lainnya memiliki potensi sebagai “kendaraan” bagi probiotik. Salah satunya yang paling berpotensi adalah es krim. Dilihat dari karakteristiknya, es krim sangat ideal bagi probiotik.

Dengan semakin meningkatnya kepedulian konsumen terhadap kesehatan, penambahan probiotik dalam es krim akan menjadi peluang tersendiri. Apalagi, saat ini persaingan dalam bisnis es krim sangat ketat. Es krim dengan manfaat kesehatan akan memberikan nilai lebih tersendiri di hati konsumen.

Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa menambah probiotik dalam es krim menuntut perlakuan tertentu. Apalagi, agar bisa diklaim mengandung probiotik, kita harus meyakinkan bahwa bakteri tersebut mampu hidup dan tetap memiliki aktivitas optimal dalam saluran pencernaan. Selain itu, jumlahnya juga harus cukup. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penambahan probiotik dalam es krim, yaitu:

Jumlah harus cukup. Jumlah bakteri probiotik yang mampu bertahan dalam saluran pencernaan dan memberikan manfaat harus dalam jumlah yang cukup. Setiap jenis bakteri probiotik memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, untuk menentukan jumlah yang tepat, informasi dari suplier sangat penting.

Penambahan pada waktu yang tepat. Probiotik akan mudah rusak oleh proses yang ekstrim.  Diperlukan waktu penambahan yang tepat untuk memastikan agar viabilitasnya terjaga. Salah satunya adalah jangan menambahkan probiotik sebelum proses pasteurisasi. Karena pemanasan akan membunuh bakteri probiotik. Menurut Lilis, setidaknya ada dua cara dalam menambahkan probiotik ke dalam es krim.

Cara pertama adalah menambahkan secara langsung, yakni mencampurkan probiotik bersama ice cream mix, untuk kemudian dibekukan. Cara kedua adalah pada saat fermentasi susu, yang kemudian dicampurkan dengan ice cream mix. Pada cara kedua ini, bakteri probiotik dapat melakukan profilerasi atau perbanyakan diri.

Menentukan jenis probiotik. Ada beberapa jenis probiotik yang sudah populer digunakan di industri pangan. Namun demikian, produsen perlu memilihnya sesuai dengan karakter formulasi dan pengolahan yang diinginkan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pengaruh pembekuan yang dapat mempengaruhi viabilitas es krim. Untuk mengatasi hal ini, produsen es krim disarankan memilih probiotik yang mampu tahan terhadap suhu pembekuan, diantaranya adalah probiotik dengan cryoprotectant.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...